Indonesia Gagas Dialog Lintas Agama dan Budaya Pertama MIKTA

Sonya Michaella    •    Selasa, 18 Oct 2016 12:52 WIB
kemenlu
Indonesia Gagas Dialog Lintas Agama dan Budaya Pertama MIKTA
Wamenlu RI, AM Fachir di Yogyakarta pada pembukaan Dialog antar Agama dan Budaya MIKTA (Foto: Dok. Kemlu RI)

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Indonesia berkomitmen untuk memberikan Beasiswa Seni dan Budaya Indonesia (BSBI) kepada pemuda dari negara-negara MIKTA mulai tahun 2017.

MIKTA merupakan Cross Regional Consultative Platform tingkat Menteri Luar Negeri yang dibentuk pada saat pertemuan ke-68 Majelis Umum PBB tanggal 17 September 2013.

Organisasi ini dibentuk berdasarkan berbagai persamaan, diantaranya kemampuan ekonomi dan peran di kawasan, dengan beranggotakan Meksiko, Indonesia, Korea Selatan, Turki dan Australia.

"Dialog lintas agama dan budaya ini merupakan gagasan Indonesia dan baru pertama kali digelar. Tujuannya adalah untuk mengatasi ancaman keamanan, terorisme, radikalisme dan esktremisme," ujar Wakil Menteri Luar Negeri RI, AM Fachir pada pidatonya di Yogyakarta, seperti keterangan tertulis dari Kementerian Luar Negeri RI yang diterima Metrotvnews.com, Selasa (18/10/2016).

Dialog lintas agama dan budaya ini diselenggarakan oleh Kemenlu RI bekerja sama dengan Kementerian Agama RI yang diikuti oleh tokoh agama, budaya, akademisi, pejabat dan masyarakat madani dari negara-negara tersebut.

Lebih lanjut, Wamenlu Fachir mengharapkan kedepannya kerja sama MIKTA dapat semakin menguat, strategis dan inklusif yang melibatkan semua pihak tidak hanya Kementerian Luar Negeri. 


Foto: Dok. Kemlu RI

"Semua peserta yang hadir juga diharapkan dapat membawa pesan perdamaian dan bertukar pengalaman dengan negara MIKTA," lanjutnya.

Sementara itu Sri Sultan Hamengkubuwono X menggaris bawahi bahwa dialog bukanlah kompromi iman, namun untuk mewujudkan empati antarumat agama, dimana benteng perbedaan diubah menjadi jembatan saling pemahaman dan penghormatan.

Dialog ini juga bertujuan untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman diantara negara-negara MIKTA dalam meningkatkan pemahaman dan mempromosikan toleransi, perdamaian, moderasi, serta penghormatan di antara masyarakat multi agama dan budaya.

Indonesia sebagai tuan rumah menyampaikan Host Statement atau Yogyakarta Message dalam kegiatan ini.

Yogyakarta Message berisi pesan perdamaian yang mendorong pelaksanaan berbagai kegiatan yang memupuk rasa solidaritas dan penghargaan terhadap keragaman, keterbukaan dan tranparansi, baik pada level pemerintah maupun non-pemerintah.

Yogyakarta Message juga mendorong peran aktif pemuda dalam memupuk solidaritas antar umat beragama, mengembangkan jaringan diskusi tentang toleransi, dan melangkah dari berbagai perbedaan guna mendukung pembangunan yang berkelanjutan.  


(FJR)

BDF IX Berakhir, Demokrasi Masih Hadapi Banyak Tantangan

BDF IX Berakhir, Demokrasi Masih Hadapi Banyak Tantangan

22 hours Ago

Bali Democracy Forum (BDF) IX resmi ditutup. Sejak pertama kali diadakan pada 2008, tingkat keikutsertaan…

BERITA LAINNYA