IOC Sebut Korut Kemungkinan Ikut Olimpiade Musim Dingin

Willy Haryono    •    Sabtu, 06 Jan 2018 20:08 WIB
korea utarakorea selatan
IOC Sebut Korut Kemungkinan Ikut Olimpiade Musim Dingin
Sejumlah perangko yang memperlihatkan partisipasi Korut dalam beberapa olimpiade di masa lalu. (Foto: AFP/Ed Jones)

Beijing: Perwakilan Korea Utara mengatakan pihaknya "kemungkinan bisa berpartisipasi" dalam Olimpiade Musim Dingin di Korea Selatan bulan depan. Olimpiade digelar di tengah meningkatnya ketegangan di Semenanjung Korea. 

Pernyataan dari Chang Ung, perwakilan Pyongyang untuk Komite Olimpiade Internasional atau IOC, muncul satu hari setelah Korut dan Korsel sepakat menggelar dialog pekan mendatang. 

Dialog disepakati usai Korsel dan Amerika Serikat (AS) menunda latihan militer gabungan mereka yang selama ini selalu membuat geram Korut.

Kantor berita Kyodo News melaporkan pernyataan disampaikan Chang kepada awak media di Bandara Internasional Beijing, Tiongkok, Sabtu 6 Januari 2017. Kyodo meyakini Chang sedang dalam perjalanan menuju Swiss, tempat markas IOC berdiri. 

Dalam pidato tahun baru, pemimpin Korut Kim Jong-un berharap Olimpiade Musim Dingin di Korsel dapat berjalan sukses. Ia mengaku mempertimbangkan mengirim delegasi untuk ikut dalam ajang yang digelar dari 9 hingga 25 Februari itu.

Baca: Korut Buka Peluang Kirim Delegasi ke Olimpiade Musim Dingin

Korut dan Korsel dipisahkan Zona Demiliterisasi atau DMZ sejak Perang Korea berakhir dengan gencatan senjata pada 1953. 

Seoul dan pihak penyelenggara Olimpiade Musim Dingin berharap Korut ikut serta dalam turnamen untuk menurunkan ketegangan di Semenanjung Korea. Dalam beberapa bulan terakhir, Korut melakukan serangkaian uji coba misil dan nuklir yang merupakan pelanggaran terhadap resolusi DK PBB.

Ketegangan di Semenanjung Korea diperburuk perang kata-kata antara Kim dengan Presiden AS Donald Trump.


(WIL)

Myanmar Sepakat Terima 1.500 Rohingya Setiap Pekan

Myanmar Sepakat Terima 1.500 Rohingya Setiap Pekan

16 hours Ago

Myanmar menyanggupi akan menyediakan tempat penampungan sementara bagi Rohingya yang kembali.

BERITA LAINNYA