Indonesia Akan Tegaskan Posisi Terkait Yerusalem di Pertemuan OKI

Sonya Michaella    •    Kamis, 07 Dec 2017 14:33 WIB
indonesia-palestinapalestina israel
Indonesia Akan Tegaskan Posisi Terkait Yerusalem di Pertemuan OKI
Presiden Joko Widodo dijadwalkan hadir dalam konferensi OKI terkait Yerusalem (Foto: Rusman/Biro Pers Setpres)

Tangerang: Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dikabarkan akan menggelar pertemuan kepala negara terkait keputusan Amerika Serikat (AS) mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.
 
 
"Pertemuan kepala negara OKI akan digelar 13 Desember. Insya Allah, Bapak Presiden hadir. Indonesia jelas akan menyampaikan posisinya terkait pernyataan AS tersebut," kata Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi dalam konferensi pers di sela-sela penyelenggaraan Bali Democracy Forum di ICE BSD, Tangerang, Banten, Kamis 7 November 2017.
 
Selain itu, Menlu Retno juga terus berkomunikasi dengan Perwakilan Tetap Indonesia di PBB agar terus menjalin komunikasi dan juga mendapat info terbaru dari Dewan Keamanan PBB.
 
"Komunikasi terus dijalin dengan perwakilan kita di PBB. Kita gunakan cara apapun untuk menyampaikan pesan kuat kita," tegas Menlu Retno lagi.
 
Indonesia, yang selama ini ikut memperjuangkan kemerdekaan Palestina juga mengutuk keras atas keputusan Amerika tersebut.
 
Indonesia bahkan menyebut Amerika harus tahu apa artinya demokrasi. Kata-kata ini dilontarkan oleh Menlu Retno di sela pembukaan Bali Democracy Forum ke-10, hari ini.
 
Sementara itu, delapan negara dari anggota Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah meminta badan tersebut untuk mengadakan pertemuan khusus mengenai keputusan AS tersebut.
 
 
Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel pada Rabu 6 Desember 2017, pukul 13.00 waktu setempat.
 
Trump pun mengumumkan rencananya untuk memindahkan Kedutaan Besar AS dari Tel Aviv ke Yerusalem dan prosesnya segera dimulai. 
 
Terkait keputusan Trump ini, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pun mengapresiasi penuh dan mengajak negara-negara lain untuk mengikuti jejak AS. Netanyahu bahkan mengatakan bahwa Israel sangat berterima kasih kepada Trump atas pengakuannya tersebut.

 

 
(FJR)