Korsel Nilai Terlalu Dini Optimistis soal Tawaran Korut

Willy Haryono    •    Rabu, 07 Mar 2018 15:37 WIB
korea utarakorea selatankorsel-korut
Korsel Nilai Terlalu Dini Optimistis soal Tawaran Korut
Presiden Korsel Moon Jae-in dalam perayaan gerakan kemerdekaan dari kolonialisme Jepang di Seoul, pada 1 Maret 2018. (Foto: AFP/JUNG YEON-JE)

Seoul: Presiden Korea Selatan (Korsel) Moon Jae-in mengatakan "masih terlalu dini untuk optimistis" mengenai Korea Utara (Korut) yang menawarkan adanya dialog mengenai denuklirisasi dengan Amerika Serikat (AS).

"Kita baru ada di garis start," ujar Moon kepada sejumlah petinggi partai, usai delegasi yang dikirimnya ke Pyongyang menyampaikan tawaran dari pemimpin Korut Kim Jong-un.

Dia membantah tuduhan adanya semacam perjanjian rahasia di balik layar agar Korut bersedia bernegosiasi dengan AS. 

"Tidak ada perjanjian di balik layar atau apapun dengan Korut," ungkap Moon, yang ucapannya dikutip juru bicara partai oposisi Bareunmirae. 

"Tidak akan ada semacam hadiah atau apapun yang diberikan ke Korut," tambah sang presiden.

Baca: Trump Enggan Komentari Tawaran Dialog dari Korut

Moon menekankan pentingnya menjaga kerja sama erat dengan Korut, negara penjamin keamanan Seoul. "Saya rasa diskusi denuklirisasi baru akan mungkin terjadi saat Korsel dan AS mengambil sikap yang sama terkait isu ini."

Korsel dan Korut sepakat menggelar pertemuan antar-Korea pada April mendatang. Jika terealisasi, pertemuan ini merupakan yang ketiga kalinya terjadi setelah tahun 2000 dan 2007.  

Seoul menegaskan pertemuan tersebut tidak akan membuat sanksi yang dijatuhkan kepada Korut atas program nuklir dan misil dicabut atau diringankan.

"Pertemuan antar-Korea tidak akan cukup untuk mencapai perdamaian," tutur Moon.


(WIL)