PBB: Pembersihan Etnis Berlanjut, Rohingya Tidak Bisa Pulang

Willy Haryono    •    Selasa, 06 Mar 2018 18:20 WIB
konflik myanmarrohingyapengungsi rohingya
PBB: Pembersihan Etnis Berlanjut, Rohingya Tidak Bisa Pulang
Pengungsi Rohingya di kamp Kutupalong, Bangladesh. (Foto: AFP)

Dhaka: Pengungsi Muslim Rohingya di Bangladesh tidak bisa dipulangkan ke Myanmar karena kekerasan sistematis berujung pembersihan etnis masih berlanjut hingga saat ini. Demikian disampaikan Andrew Gilmour, seorang pejabat tinggi agensi hak asasi manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa. 

Dalam kunjungannya selama empat hari di Bangladesh, Gilmour mendapat banyak cerita mengenai "pengakuan kredibel soal pembunuhan, pemerkosaan, penyiksaan dan penculikan" di Rakhine, Myanmar barat. 

Pemerintah Myanmar membantah melakukan aksi kekerasan semacam itu. Januari lalu, Myanmar mengaku siap menerima kembali para pengungsi Rohingya, 

"Kemungkinan kekerasan secara meluas dan sistematis terhadap Rohingya masih berlanjut," ujar Gilmour, Asisten Sekretaris Jenderal PBB untuk urusan HAM, seperti dikutip Independent.co.uk, Selasa 6 Maret 2018. 

"Gelombang kekerasan telah berganti dari pemerkosaan massal tahun lalu, menjadi operasi teror berintensitas rendah serta adanya aksi tertentu yang membuat Rohingya kelaparan sehingga mereka mengungsi ke Bangladesh," kata Gilmour. 

Meski Myanmar mengatakan siap menerima kembali pengungsi sebagai bagian dari kesepakatan dengan Bangladesh pada November tahun lalu,

Gilmour menambahkan, "pemulangan (Rohingya) secara aman dan berkelanjutan, tentu saja, mustahil dilakukan dengan kondisi saat ini."

Baca: Myanmar Minta Rohingya untuk Kembali ke Rakhine




(WIL)