Perkuat Kerja Sama, Indonesia Berencana Buka Pabrik Pupuk di Laos

Marcheilla Ariesta    •    Jumat, 13 Oct 2017 19:54 WIB
indonesia-laos
Perkuat Kerja Sama, Indonesia Berencana Buka Pabrik Pupuk di Laos
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengadakan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri (PM) Laos Thongloun Sisoulith di Istana Kepresidenan Bogor, Bogor, Jawa Barat, Kamis (12/10/2017). (Foto:Antara/Rosa Panggabean)

Metrotvnews.com, Jakarta: Indonesia berencana akan membuka pabrik pupuk organik di Laos. Kesepakatan itu tercapai saat kunjungan Perdana Menteri Republik Demokratik Rakyat Laos Thongloun Sisoulith ke Indonesia.

"Laos merupakan negara di Asean yang memiliki cadangan potasium terbesar dan Indonesia sendiri pemilik beberapa pabrik pupuk yang tergabung dalam Pupuk Indonesia dan Pupuk Kujang berkerja sama dengan Laos," kata Direktur Asia Tenggara Kementerian Luar Negeri Denny Abdi, Jumat 13 Oktober 2017.

Masyarakat Laos, ujar Denny, memiliki kesenangan akan produk-produk organik. Dan pabrik Pupuk Kujang di Indonesia memiliki inovasi tersebut.

"Pupuk kujang memiliki inovasi dan memiliki produk-produk organik. Kerja sama ini tidak tergantung pada bahan baku tetapi sebagai pasar. Kita liat marketnya di Laos itu mereka menyenangi produk-produk organik. Untuk kita sekarang menjajaki kemungkinan membuka pabrik organik di sana," ungkap Denny.

Karenanya, Indonesia akan melanjutkan kerja sama dengan Laos, membuka  pabrik pupuk organik di sana. Hal ini untuk mengurangi biaya pengiriman juga.

"Di Laos diproyeksikan memiliki pasar di sana dan memiliki kesempatan untuk menguasai pasar di negara sekitarnya," kata Denny.

Selain itu, dalam kunjungan kenegaraan Laos ke Indonesia, ada sejumlah hasil konkret yang dicapai. Salah satunya adalah tanda tangan perjanjian bisnis berupa kontrak batubara dari Indonesia ke Laos sejumlah USD588 juta.

Ke Indonesia, PM Laos membawa rombongan 30 pengusaha dan delegasi kamar dagang dan industri. 

Dengan populasi hampir 7 juta orang, Laos yang tidak memiliki wilayah perairan ingin menjadi negara penghubung di Asia Tenggara. Mereka berkeinginan untuk membangun kereta cepat yang menghubungkan negara di sekitar Laos.

Indonesia juga menyatakan keinginan untuk tumbuh bersama Laos dengan memasukkan investasi ke negara tersebut.


(WAH)