Korsel Sumbang Rp7,2 Miliar untuk Korban Gempa Lombok

Sonya Michaella    •    Jumat, 10 Aug 2018 11:54 WIB
Gempa Lombok
Korsel Sumbang Rp7,2 Miliar untuk Korban Gempa Lombok
Duta Besar Korsel untuk Indonesia Kim Chang-beom (kiri), di Markas Pusat PMI, Jakarta, Jumat 10 Agustus 2018. (Foto: Sonya Michaella).

Jakarta: Pemerintah Korea Selatan (Korsel) memberikan dana bantuan untuk korban gempa Lombok lewat Palang Merah Indonesia (PMI). Dana tunai yang diberikan sebesar USD500 ribu atau setara dengan Rp7,2 miliar.
 
"Kami berharap dana ini bisa membantu masyarakat yang terkena imbas gempa Lombok yang sudah beberapa kali terjadi," kata Duta Besar Korsel untuk Indonesia Kim Chang-beom, di Markas Pusat PMI, Jakarta, Jumat 10 Agustus 2018.
 
Baca juga: AS Siap jika Indonesia Butuh Bantuan untuk Lombok.
 

Bagi Korsel, Indonesia adalah salah satu sahabat dekat. Pemerintah Korsel siap dan selalu bersedia jika Indonesia meminta bantuan untuk Lombok.
 
"Teman sejati adalah mereka yang selalu membantu sahabatnya dalam kondisi sulit. Jadi kami berharap agar kondisi di Lombok membaik," ujar dia lagi.
 
Dubes Kim menuturkan bahwa ada sekitar 80 orang Korsel yang berada di lokasi saat gempa berkekuatan 7,0 Skala Richter (SR) melanda Lombok, Minggu 5 Agustus 2018 lalu.
 
"Kebanyakan mereka ada di Pulau Gili. Tapi mereka sudah dievakuasi. Korsel berterima kasih kepada Pemerintah Indonesia dan pihak-pihak yang membantu evakuasi warga kami," lanjutnya lagi.
 
Sebelum Korsel, Tiongkok juga telah memberikan bantuan dana tunai sebesar USD100 ribu atau setara Rp1,4 miliar kepada korban gempa Lombok serta beberapa perlengkapan darurat lainnya seperti tenda, matras dan obat-obatan.
 
Dari data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) jumlah korban tewas akibat lindu mencapai 259 orang. Jumlah tersebut terbesar di sejumlah wilayah, dengan rincian 212 orang di Lombok Utara, 26 orang di Lombok Barat, 11 orang di Lombok Timur. Kemudian enam orang di Mataram, dua orang di Lombok Tengah dan dua orang di Denpasar.
 
Jumlah korban meninggal dikhawatirkan akan terus meningkat mengingat tim SAR masih menemukan korban di reruntuhan bangunan dan masih diidentifikasi. Diduga korban masih di bawah reruntuhan bangunan yang belum dievakuasi.
 
Selain itu, menurut Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, adanya laporan dari aparat daerah yang menyebutkan ada korban meninggal yang sudah dimakamkan tetapi belum didata.
 
Korban luka berat tercatat mencapai 1.033 orang dan jumlah pengungsi sebanyak 270.168 jiwa yang tersebar di berbagai tempat. Adapun kerusakan fisik meliputi 67.857 unit rumah rusak, 468 sekolah rusak, enam jembatan rusak, tiga rumah sakit rusak, 10 puskesmas rusak, 15 masjid rusak dan 50 unit musala rusak serta 20 unit perkantoran yang juga mengalami kerusakan.


(FJR)