Korut Klaim Hancurkan Situs Nuklir Punggye-ri

Willy Haryono    •    Sabtu, 26 May 2018 12:04 WIB
nuklir korea utara
Korut Klaim Hancurkan Situs Nuklir Punggye-ri
Situs nuklir Korea Utara dihancurkan. (Foto: CNN).

Pyongyang: Korea Utara mengklaim telah menghancurkan situs uji coba nuklir Punggye-ri lewat serangkaian ledakan masif. Hanya ada beberapa media yang dibolehkan meliput prosesi penghancuran ini, salah satunya adalah CBS News.

Menurut jurnalis CBS News, ia melihat sejumlah ledakan di beberapa pintu masuk terowongan. Korut mengklaim ledakan ini dilakukan sehingga terowongan-terowongan tersebut sudah tidak dapat digunakan lagi.

Punggye-ri adalah tempat Korut melakukan enam uji coba nuklir dalam beberapa tahun terakhir. 

Sejumlah pakar menilai situs ini memang sudah rusak dan tidak dapat digunakan lagi. Korut membantahnya.

Pyongyang menyebut terowongan Nomor 3 relatif baru dan masih dapat digunakan. Dengan diledakkannya terowongan ini, Korut menegaskan niatnya menghancurkan Punggye-ri benar-benar tulus.

Sementara itu, perjalanan delegasi jurnalis ke Punggye-ri memakan waktu 15 jam dari wilayah perkotaan. Sebagian besar perjalanan dilakukan dengan menggunakan kereta api.

Di gerbong makan, para pelayan berpakaian putih menyuguhkan hidangan lengkap. Namun di gerbong untuk tidur, aturan ketat diberlakukan.

Semua jurnalis tidak dibolehkan membuka gorden jendela. Aturan ini diduga karena Korut tidak ingin orang luar melihat kondisi kehidupan masyarakat lokal.

"Mereka hanya ingin kami melihat ledakan. Tapi kami hanya dapat mengonfirmasi Korut meledakkan pintu masuk ke terowongan. Jika terowongan di dalamnya masih ada, maka berpotensi digunakan lagi di masa mendatang," ujar seorang jurnalis CB

Pengumuman penghancuran Punggye-ri oleh pemimpin Korut dinilai Amerika Serikat dan dunia Barat sebagai itikad baik dari Pyongyang. Harapan terwujudnya pertemuan historis antara Kim dengan Presiden AS Donald Trump pun terlihat cerah.

Pertemuan pun dijadwalkan berlangsung Juni mendatang di Singapura. Namun AS memutuskan membatalkan pertemuan lewat sepucuk surat dari Trump kepada Kim.

Kabar terbaru menyebut kedua kubu sedang bernegosiasi untuk menjadwalkan ulang pertemuan.


(WIL)