Bebasnya 14 Nelayan Atas Dasar Hubungan Baik RI-Myanmar

Sonya Michaella    •    Rabu, 30 Jan 2019 05:41 WIB
nelayanwniperlindungan wni
Bebasnya 14 Nelayan Atas Dasar Hubungan Baik RI-Myanmar
Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia (PWNI dan BHI) Kemenlu RI Lalu Muhammad Iqbal. (Foto: Marcheilla Ariesta/Medcom.id).

Banda Aceh: Atas dasar hubungan bilateral yang terjalin dengan baik, Pemerintah Myanmar akhirnya membebaskan 14 nelayan Indonesia yang sempat ditahan karena memasuki perairan Myanmar.

Baca juga: 16 Nelayan Aceh Ditangkap di Perairan Thailand.

“Pembebasan ini murni karena hubungan bilateral yang baik. Selain Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi melakukan komunikasi, KBRI Yangon juga melakukan pendekatan berkala untuk proses pembebasan,” kata Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri RI Lalu Muhamad Iqbal, kepada awak media di Banda Aceh, Rabu 30 Januari 2019.

“Sebelum proses hukum, kita langsung melakukan komunikasi. Tapi kapten kapal tetap menjalani proses hukum karena memang hukum laut, kapten yang bertanggungjawab,” lanjut dia.

Sementara itu, satu nelayan dikonfirmasi meninggal saat penangkapan berlangsung karena panik dan melompat ke laut. Saat ini, nelayan tersebut telah dimakamkan di Myanmar. 

Usai ditangkap, otoritas Myanmar menahan mereka di Kawthaung. Kota ini terletak cukup jauh dari ibu kota Yangon, sekitar 24 jam perjalanan darat.

“Proses tentu tidak mudah. KBRI Yangon terus mengusahakan semua cara termasuk mendatangi detensi yang sangat jauh dari ibu kota dan melewati jalur darat,” tutur Iqbal.

Baca juga: Ditahan Myanmar, 14 Nelayan WNI Pulang Hari Ini.

Iqbal menambahkan, Duta Besar RI untuk Myanmar Iza Fadri terus melakukan pendekatan ke pemerintah pusat guna membebaskan 14 nelayan WNI ini. Pasalnya, KBRI Yangon hanya bisa berkomunikasi dengan Kementerian Luar Negeri Myanmar, sedangkan keputusan berada di tangan Kementerian Dalam Negeri dan Dewan Nasional.

Menurut rencana, 14 nelayan WNI ini akan diserahterima ke Plt Gubernur Aceh, sore hari ini dengan didampingi tim Perlindungan WNI Kemenlu RI dan KBRI Yangon.


(FJR)