Heboh Hantu Kuntilanak Menakuti Publik Korsel

Fajar Nugraha    •    Rabu, 02 Aug 2017 14:10 WIB
indonesia-korsel
Heboh Hantu Kuntilanak Menakuti Publik Korsel
Gelaran aksi teatrikal seniman Indonesia yang pukau warga Korsel (Foto: KBRI Seoul).

Metrotvnews.com, Seoul: Setiap wilayah memiliki kepercayaannya tersendiri mengenai hantu. Tak ubahnya Indonesia.
 
Namun, hantu bisa menarik perhatian warga negara lain untuk datang ke Indonesia. Hal ini bisa dilihat dalam Daegu International Horror Festival di Korea Selatan (Korsel).
 
Berbagai hantu yang menjadi legenda mistis di Indonesia ditampilkan oleh para seniman Indonesia di Festival Horor Daegu ini. 
 
"Soal menakut-nakuti publik, mungkin Indonesia termasuk jagonya. Hantu kuntilanak yang merupakan hal mistis di Indonesia, telah membuat warga Korsel ketakutan," sebut staf Kedubes RI di Korsel M.Aji Surya, dalam keterangan tertulis yang diterima Metrotvnews.com, Rabu 2 Agustus 2017.
 
"Meskipun baru pertama kalinya Indonesia diundang dalam Daegu International Horror Festival, Korea Selatan, tampilan artis Indonesia bisa dibilang sukses. Banyak penonton histeris, bahkan diantaranya lari dari tempat duduknya saat beberapa kuntilanak muncul dan bergelantungan di kegelapan malam, ditingkahi lagu magis dan aroma-aroma tidak normal," imbuhnya.
 
Mereka adalah kelompok teater dari Jakarta, Stage Corner Community yang menjadi grup Indonesia pertama yang tampil di festival horor tersebut. Stage Corner membawakan lakon "Lingsir Wengi: Repertoire Kuntilanak", yang diangkat dari lagu Lingsir Wengi karya Sunan Kalijaga. Menjadi grup penutup pada festival tersebut Minggu 30 Juli 2017, Stage Corner Community berhasil menakuti penonton dengan penampilan kuntilanak yang melayang.
 
Disutradarai oleh Dadang Badoet, Stage Corner Community tampil total dengan membawa nuansa mistis dan horor khas Indonesia dengan aroma bunga dan kemenyan, nyala obor, serta diiringi tembang Lingsir Wingi.
 
"Wujud hantu 'Kuntilanak' Indonesia memiliki kemiripan dengan hantu 'Gwisin' yang ditakuti di Korea, sehingga penonton serentak berteriak saat kemunculan kuntilanak melayang," ujar seorang penonton.
 
Lima ratusan penonton yang memenuhi Daegu Stadium, Citizen Square, Daegu Town Small Theater, memberikan sambutan yang meriah usia pertunjukan dan rela mengantre untuk berfoto dengan para pemain.
 
"The best performance, especially with the flying ghost (penampilan terbaik, terutama dengan hantu terbang)," puji salah seorang panitia.
 
Dadang mengaku puas bisa menakut-nakuti publik Korea Selatan. Perpaduan pengetahuan budaya dan artikulasi pentas panggung dianggap pas untuk sebuah pementasan honor di Korsel. Ia dan timnya siap datang lagi untuk membuat mereka lebih takut lagi.
 
Menurut Anggun dari KBRI Seoul, selain kelompok dari Indonesia dan dalam negeri Korea sendiri, juga hadir kelompok teater dari Jepang, Taiwan dan China. Daegu International Horror Performance and Arts Festival merupakan agenda tahunan Pemerintah kota Daegu dimana tahun ini telah diselenggarakan yang ke-14 kalinya. Festival ini berlangsung selama empat hari dari 27–30 Juli 2017 di Daegu Stadium. 



(FJR)