Sindir Mahathir, Najib Sebut Susunan Partai Oposisi Aneh

Sonya Michaella    •    Rabu, 26 Jul 2017 15:31 WIB
politik malaysia
Sindir Mahathir, Najib Sebut Susunan Partai Oposisi Aneh
PM Malaysia, Najib Razak. (Foto: The Star)

Metrotvnews.com, Kuala Lumpur: Menghadapi tudingan bertubi-tubi dari mantan PM Malaysia Mahathir Mohamad atas keterlibatannya dalam skandal korupsi 1Malaysia Development Berhad (1MDB), PM Najib Razak balik membalas.

PM Najib menyindir niat Mahathir bersama dengan pihak oposisi menghadapi pemilu 2018. Najib menyebut susunan partai oposisi Pakatan Harapan merupakan susunan yang aneh. 

Mahathir, yang mendesak agar Najib mundur dari jabatannya, kini telah bergabung dengan partai oposisi Pakatan Harapan.

Menurut Najib, Pakatan Harapan sangat salah langkah telah menunjuk Mahathir untuk mencalonkan diri menjadi PM kembali pada 2018 mendatang.

"Struktur kepemimpinan oposisi sangat aneh. Terdengar seperti program kerja kembali untuk pensiunan usia tua," ungkap Najib, seperti dikutip Channel News Asia, Rabu 26 Juli 2017.

Sementara itu, menanggapi pernyataan Najib, partai oposisi menganggap Najib sudah putus asa atas pemerintahannya di Negeri Jiran.

"Pernyataan Najib sangat memalukan. Ia mencari celah kesalahan dari kami," kata Presiden Pakatan Harapan, Wan Azizah Wan Ismail.

Najib juga memperingatkan para investor di Malaysia untuk berhati-hati menyikapi rumor soal 1Malaysia Development Berhad atau 1MDB.

PM Najib diduga terlibat dalam skandal korupsi pembangunan 1MDB sebesar USD700 juta yang mengalir ke rekening pribadinya. Kasus ini sudah bergulir sejak 2015, namun Najib terus-terusan menampiknya.

"Rumor 1MDB tidak menggoyahkan Malaysia. Ekonomi kita terus berlanjut dan kita lebih kuat dari sebelumnya," tambahnya.

"Ada kampanye terpadu untuk mengirim informasi semacam itu untuk merusak ekonomi dan pemerintahan saya demi tujuan politik," lanjut dia.

Najib menambahkan, propaganda yang disebarkan oposisi sangat tidak adil bagi rakyat Malaysia dan juga komunitas bisnis di dalam maupun luar negeri.



(FJR)