Kerangka COC Laut China Selatan bisa Rampung Lebih Cepat

Fajar Nugraha    •    Kamis, 18 May 2017 16:58 WIB
laut china selatan
Kerangka COC Laut China Selatan bisa Rampung Lebih Cepat
Jubir Kemenlu RI Arrmanatha Nasir (Foto: Sonya Michaella/Metrotvnews.com).

Metrotvnews.com, Jakarta: Pembahasan mengenai kerangka code of conduct (COC) Laut China Selatan antara China dengan beberapa negara ASEAN, diyakini dapat dirampungkan tahun ini.
 
Saat ini tengah berlangsung pertemuan bersama antara China dengan negara ASEAN di Guiyang. Pertemuan merupakan lanjutan dari rapat kerja bersama sebelumnya di Bali dan Kamboja.
 
 
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir menyebutkan mengenai COC Laut China Selatan sudah diangkat kembali dalam pertemuan antara Menlu Retno L.P Marsudi dengan Menlu China Wang Yi pada 13 Mei lalu. Dalam pertemuan itu, Indonesia kembali menyampaikan komitmen China terkait penyelesaikan kerangka COC.
 
"Ini merupakan satu hal penting. Menunjukkan komitmen ASEAN untuk serius jaga perdamaian kestabilan, khususnya di Laut China Selatan. Dalam hal ini baik Menlu Tiongkok dan Presiden (Xi) Jinping tekankan kembali komitmen untuk selesaikan komitmen ini," ujar Arrmanatha, di Kementerian Luar Negeri, Kamis, 18 Mei 2017.
 
"Time frame (perampungan kerangka COC) yang dilihat Juli-Agustus. Tapi 2017, tapi tidak menutup kemungkinan bisa lebih cepat. Dari kita yakin ini bisa selesai untuk pertengahan tahun ini," jelasnya.
 
Mengenai isi dari COC sendiri, Arrmanatha menyebutkan baik dari China dan ASEAN masih terus melengkapi kerangkanya. 
 
"Prosesnya sekarang cukup yakin ya untuk bisa selesaikan kerangka pertengahan tahun ini. Setelah selesai kerangka akan ada lagi pertemuan tahap-tahap selanjutnya," imbuh Arrmanatha.
 
Sementara menanggapi pertanyaan latihan perang TNI di Natuna yang dilakukan di saat pembahasan kerangka COC, Arrmanatha menilai latihan tersebut tidak lebih latihan reguler TNI.
 
Menurutnya, latihan di Natuna tidak terkait dengan perundingan COC. "Latihan militer TNI itu merupakan latian reguler dan ditentukan oleh TNI sesuai kebutuhan bagaimana mereka bisa mengorganisir latihan itu," tegasnya.



(FJR)