Pemerintah Myanmar Tegaskan Rohingnya bukan Suku Asli

Faisal Abdalla    •    Minggu, 03 Sep 2017 07:25 WIB
myanmarrohingya
Pemerintah Myanmar Tegaskan Rohingnya bukan Suku Asli
Jokowi menerima Surat Kepercayaan dari Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) Myanmar Aung Htoo di Istana Merdeka/ANTARA/Widodo S. Jusuf.

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah Myanmar mengakui bahwa etnis Rohingnya bukanlah suku asli di Myanmar. Pemerintah Myanmar meyakini bahwa etnis Rohingya adalah seutuhnya suku Benghali.

"Benghali adalah kelompok yang tinggal di Myanmar setelah Inggris menjajah Myanmar sekitar 1885," kata Duta Besar Myanmar untuk Indonesia Aung Htoo kepada Metro TV pada Desember 2016 lalu.

Menurut Htoo, para warga Benghali ini menjadi pekerja asing di Myanmar pascapenjajahan tersebut. Para pekerja ini mulanya pulang-pergi dari daerah asalnya.

"Dan sekarang mereka tinggal permanen di Myanmar. Jadi status kewarganegaraan mereka harus diverifikasi sesuai Undang-undang kami," ujar dia.

Htoo mengungkapkan pada sensus 1931, warga Benghali di Myanmar sekira 300 ribu jiwa. Kemudian warga Benghali ini berganti nama etnis Rohingya.

Alhasil kini warga Rohingya terindikasi menjadi korban genosida. Pemerintah Myanmar di bawah kepemimpinan Aung San Suu Kyi didesak melaksanakan rekomendasi advisory dan commision terkait rohingya, yang dipimpin mantan Sekjen PBB Kofi A Annan. Rekomendasi itu baru saja rampung Agustus 2017.




(DHI)