ASEAN-Uni Eropa Tukar Info Intelijen Hadapi Ancaman Keamanan

Fajar Nugraha    •    Kamis, 06 Oct 2016 15:12 WIB
asean-uni eropa
ASEAN-Uni Eropa Tukar Info Intelijen Hadapi Ancaman Keamanan
Direktur Politik dan Keamanan ASEAN Kemenlu RI Chandra Widya Yudha (paling kiri) (Foto: Fajar Nugraha/MTVN)

Metrotvnews.com, Jakarta: Benua Eropa dan Asia, khususnya wilayah Asia Tenggara tidak bisa terhindarkan dari masalah keamanan. Association of South East Asia Nation (ASEAN) dan Uni Eropa (UE) menjalin kerja sama di bidang militer.
 
Pertemuan Tingkat Menteri ASEAN dan Uni Eropa ini akan diadakan pada 13-14 Oktober di Bangkok, Thailand. Ini merupakan bagian dari pertemuan ASEAN-UE ke-21 yang diselenggarakan setiap dua tahun, pertemuan terakhir berlangsung pada Juli 2014 di Brussel, Belgia.
 
Dalam pertemuan ini empat agenda penting akan dibahas. Tidak dipungkiri pertemuan ini menjadi kerja sama penting yang bisa memperkuat hubungan militer antara dua kawasan.
 
Adapun empat agenda pokok tersebut antara lain: membahas agenda terkini antara ASEAN dan Uni Eropa, mengkaji arah kerja sama kemitraan ASEAN-UE ke depan, peningkatan hubungan ASEAN-UE dan penanganan isu-isu internasional seperti terorisme, radikalisme serta permasalahan global lainnya.
 
Selain itu ada dua outcome document yang akan dihasilkan dalam pertemuan ini. Outcome document tersebut adalah:
 
1. Bangkok declaration on promoting people oriented, people centre ASEAN-EU partnership strategic goal.
 
2. Bangkok roadmap for elevating the ASEAN-EU enhance partnership to a strategic level 2016-2017.
 
"Indonesia akan menjadi lead speaker pada agenda ASEAN-EU Coorporation Global Security," ujar Direktur Politik dan Keamanan ASEAN Kemenlu RI, Chandra Widya Yudha di Kementerian Luar Negeri, Kamis (6/10/2016).
 
"Yang diharapkan Indonesia, semakin efektif dan efisien antara kedua belah pihak, baik organisasi maupun bilateral dan multirateral. Tantangannya luar biasa kita lihat rise of activity terrorism (peningkatan aktivitas terorisme) baik di ASEAN dan di kawasan maupun di Eropa," tutur Chandra. 
 
"Kita harapkan ada tukar menukar intelijen, supaya kerja sama efektif. Bagaimana membuatnya menjadi lebih efektif sehingga kita punya kerja sama yang dapat betul-betul diandalkan dalam memerangi tantangan terorisme," sebut Chandra.
 
Chandra yang saat ini juga menjabat sebagai pelaksana tugas Direktur Mitra Wicara Kawasan ASEAN, tak memungkiri bahwa kerja sama yang akan diincar mengarah kepada strategic partnership. Hal ini termasuk dalam metode kerja, kegiatan yang semakin menunjukkan kerja sama yang mendalam antara ASEAN-UE.



(FJR)

Santiago De Cuba Bersiap untuk Pemakaman Fidel Castro

Santiago De Cuba Bersiap untuk Pemakaman Fidel Castro

5 hours Ago

Proses pemakaman untuk tokoh revolusi Kuba, Fidel Castro mulai dipersiapkan di kota terbesar kedua…

BERITA LAINNYA