Korut Marah dengan Diplomasi 'Gangster' ala AS

Marcheilla Ariesta    •    Minggu, 08 Jul 2018 10:15 WIB
nuklir korea utaraAmerika Serikat-Korea Utara
Korut Marah dengan Diplomasi 'Gangster' ala AS
Situs nuklir Korea Utara mulai dihancurkan. (Foto: AFP).

Pyongyang: Proses perdamaian antara Amerika Serikat (AS) dan Korea Utara (Korut) dalam masa krisis. Pyongyang marah dan menolak permintaan AS yang dianggap seperti gangster untuk perlucutan senjata nuklir.

Dalam sebuah pernyataan yang disampaikan kantor berita negara KCNA, seorang juru bicara kementerian mengatakan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo bertindak seperti gangster.

"Pompeo telah mendorong tuntutan secara sepihak dan melakukannya seperti gangster pada isu nuklir, sementara mereka tidak menawarkan langkah-langkah konstruktif dari pihak Washington," ujar juru bicara tersebut, dilansir dari AFP, Minggu, 8 Juli 2018.

"Sepertinya AS salah memahami niat baik dan kesabaran kami," imbuh dia.

Pyongyang mencatat pihaknya telah melakukan tempat uji coba nuklir. Aksi ini mendapat pujian terang-terangan dari Presiden AS Donald Trump saat bertemu dengan pemimpin Korea Utara di Singapura bulan lalu.

"Kami pikir AS akan datang dengan proposal konstruktif, namun harapan kami ini sangat naif dan mudah tertipu," tulis pernyataan tersebut.

Pernyataan itu sangat kontras dengan yang diungkapkan Pompeo. Dia menyatakan perundingan berjalan sangat lancar dan mengisyarakan keberhasilan.

"Ini adalah masalah yang rumit, namun kami membuat kemajuan hampir di semua masalah utama, beberapa tempat mengalami banyak kemajuan, namun masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan," ucapnya dua hari lalu usai mengunjungi Pyongyang.

Kini Pompeo tengah berada di Tokyo untuk melakukan pembicaraan mengenai denuklirisasi Korut dengan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe. Dia menjelaskan bahwa pembicaraan dengan Korut berujung positif.

Dalam sebuah cuitan di Twitter, Pompeo mengatakan dia telah mengadakan pertemuan konstruktif dengan sekutu AS, Jepang dan membahas mempertahankan tekanan maksimum pada Korea Utara.


(WIL)