Terobos Rumah Dubes Korut, 2 Jurnalis Korsel Ditangkap

Fajar Nugraha    •    Jumat, 08 Jun 2018 15:07 WIB
Amerika Serikat-Korea Utara
Terobos Rumah Dubes Korut, 2 Jurnalis Korsel Ditangkap
Ilustrasi oleh Medcom

Singapura: Pertemuan antara Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dengan pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un, menyita perhatian banyak pihak.
 
Baca juga: Trump Nyatakan Sudah Siap Bertemu Kim Jong-un.
 
Pertemuan ini turut memicu kenekatan awak jurnalis terutama dari Korea Selatan (Korsel). Bahkan dua jurnalis Korsel nekat masuk tanpa izin ke rumah Duta Besar Korut di Joo Chiat Lane, Singapura.
 
Mereka yang ditangkap ini diketahui bekerja untuk stasiun televisi Korsel, KBS News. Polisi Singapura mendapatkan laporan atas upaya penerobosan ini pada Kamis 7 Juni 2018 pukul 3.50 sore waktu setempat.
 
Polisi menyebutkan kedua jurnalis pria itu berusia 42 dan 45 tahun. Mereka saat ini tengah diperiksa oleh pihak kepolisian.
 
Selain keduanya, penyelidikan juga dilakukan terhadap dua warga Korsel. Mereka yang berusia 31 tahun itu juga bekerja untuk KBS News dan seorang pemandu dan penerjemah bagi kelompok jurnalis itu.
 
"Ketiga pria dari KBS News tidak terakreditasi personel media di Singapura," tegas polisi, seperti dikutip Channel News Asia, Jumat 8 Juni 2018.
 
Penangkapan itu terjadi beberapa hari sebelum Singapura akan menjadi tuan rumah pertemuan puncak antara Presiden Donald Trump dan Kim Jong Un pada 12 Juni. Pihak berwenang telah mengingatkan semua orang asing yang mengunjungi Singapura untuk mematuhi hukum setempat.
 
Baca: Penyelidik PBB Serukan Isu HAM Masuk Agenda KTT AS-Korut.
 
"Mereka yang melanggar hukum akan ditangani dengan tegas, dan ini mungkin termasuk pemutusan visa dan deportasi," kata polisi.
 
"Anggota media yang melakukan pelanggaran apa pun di Singapura juga tidak akan diakreditasi dan dengan demikian tidak akan dapat meliput pertemuan puncak antara pemimpin Amerika Serikat dan Korea Utara," imbuh pihak kepolisian.
 
Jika terbukti melakukan pelanggaran pidana, pria Korea Selatan bisa dipenjara hingga tiga bulan. Mereka juga bisa dihadapkan pada denda sebesar 1.500 dolar Singapura atau sekitar Rp15,6 juta.


(FJR)