Najib Razak Bersiap Hadapi Sidang Perdana Kasus 1MDB

Arpan Rahman    •    Minggu, 10 Feb 2019 14:25 WIB
1mdb
Najib Razak Bersiap Hadapi Sidang Perdana Kasus 1MDB
Mantan PM Malaysia Najib Razak. (Foto: AFP)

Kuala Lumpur: Najib Razak akan menjalani persidangan perdana kasus skandal finansial yang berkontribusi terhadap jatuhnya koalisi mantan Perdana Menteri Malaysia tersebut. Najib dan para kroninya dituduh mencuri USD4,5 miliar atau setara Rp62 triliun dari dana perusahaan 1Malaysia Development Berhad (1MDB).

Uang itu dituding digunakan untuk berbagai macam hal, termasuk membeli sejumlah barang mewah seperti kapal pesiar, real estate dan beberapa karya seni Monet serta Van Gogh.

Persidangan pada Selasa 12 Februari akan difokuskan pada tuduhan adanya dana USD10,3 juta yang ditransfer dari SRC International, mantan unit 1MDB, ke rekening pribadi Najib.

Kemarahan publik atas skandal 1MDB berkontribusi besar atas kalahnya Najib serta koalisinya dalam pemilihan umum. Sejak kalah pada Mei lalu, pria 65 tahun itu ditangkap dan dijerat 42 tuntutan terkait skandal 1MDB. 

Najib membantah semua tuduhan. Selama proses penyelidikan 1MDB ini, Najib tidak berdiam diri dan berusaha mencitrakan dirinya sebagai tokoh rakyat dan terus melontarkan kecaman ke pemerintahan baru Malaysia di bawah PM Mahathir Mohamad.

Kasus 1MDB meliputi tiga poin mengenai pencucian uang, tiga pelanggaran kepercayaan dan penyalahgunaan kekuasaan. Najib mengaku tidak bersalah atas semua dakwaan tersebut.

Baca: Najib Razak Dituntut Pasal Penyalahgunaan Kekuasaan

Ini adalah satu dari beberapa persidangan yang akan dihadapi Najib terkait 1MDB. Namun persidangan pertama akan menjadi momen kunci, dan mungkin akan mengurangi tekanan terhadap pemerintahan PM Mahathir yang sempat dikritik karena dinilai lamban menginvestigasi skandal 1MDB.

"Ini adalah momen yang sangat penting, tapi juga sangat tertunda," ujar Cynthia Gabriel, anggota komite yang dibentuk pemerintah untuk menginvestigasi skandal 1MDB.

"Merupakan hal krusial bagi pemerintah baru untuk menyelesaikan skandal lama," tambah dia, seperti dilansir dari laman Channel News Asia, Minggu 10 Februari 2019.

Tim kuasa hukum Najib menggambarkan kasus 1MDB ini sebagai aksi balas dendam pemerintahan baru terhadap kliennya. Tanggal dari rangkaian persidangan 1MDB ini telah ditetapkan hingga akhir Maret mendatang, dan tim jaksa diyakini akan mendatangkan puluhan saksi.


(WIL)