Nuklir Berguna Jika Ada Pengawasan Baik dari Pemerintah

Sonya Michaella    •    Rabu, 17 May 2017 10:37 WIB
nuklir
Nuklir Berguna Jika Ada Pengawasan Baik dari Pemerintah
Ketua BPPK Kementerian Luar Negeri RI, Siswo Pramono (Foto: Sonya Michaella/Metrotvnewsc.com).

Metrotvnews.com, Jakarta: Nuklir dinilai akan menjadi sesuatu yang bermanfaat jika digunakan dengan baik dan dengan pemerintahan satu negara yang baik pula. Indonesia dianggap sebagai salah satu negara yang berhasil memanfaatkan nuklir dengan baik.
 
"Indonesia, saya rasa, baik penggunaannya terkait nuklir di bidang kesehatan. Ada rumah sakit di Indonesia yang memanfaatkan nuklir untuk diagnostik," kata Ketua BPPK Kementerian Luar Negeri RI, Siswo Pramono ketika ditemui di Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta, Rabu 17 Mei 2017.
 
"Pemerintahan Indonesia sudah bagus juga untuk mengawasi penggunaan dan penempatan nuklir ini. Misalnya kita lihat lokasinya rawan gempa atau tidak, masyarakat di sekitarnya bagaimana," lanjut dia.
 
Ia menuturkan, teknologi nuklir juga digunakan sebagai ukuran apakah sebuah negara sudah memiliki sistem teknologi yang canggih atau belum.
 
"Semakin canggih teknologi sebuah bangsa semakin besar daya saingnya. Kita lebih melihat pada daya saing itu sendiri. Nuklir itu baru bisa bermanfaat kalo ada pemerintahan yang bagus," tutur Siswo.
 
Ditambahkannya, selama sebuah negara belom mempunyai tata pemerintahan yang bagus, maka jika negara itu mempunyai teknologi  nuklir, teknologi tersebut tidak akan berguna dengan baik.
 
"Nuklir itu bisa jd potensi senjata pemusnah. Harus ada kontrol yang baik dari rakyatnya sendiri. Karena kalau itu meledak, yang kena pasti rakyatnya dulu," tegas dia.
 
Lalu, Siswo memberi contoh negara Jepang yang pada 2011 silam dihantam tsunami besar. Bencana tsunami tersebut juga menghantam nuklir di Fukushima.
 
"Tetapi warga Jepang yang tewas itu karena serangan tsunami, bukan karena nuklir yang meledak diterjang tsunami. Itu karena kontrol dari pemerintahnya sangat baik," pungkas dia.
 
Indonesia sendiri secara aktif menyerukan penghentian dan pelucutan senjata nuklir bagi negara-negara yang masih memilikinya dan Indonesia tergabung dalam Non-Proliferation of Nuclear Weapons (NPT).



(FJR)