Mantan Kekasih Kim Jong-un Diberi Posisi Kuat di Pemerintahan

Marcheilla Ariesta    •    Rabu, 11 Oct 2017 16:58 WIB
korea utara
Mantan Kekasih Kim Jong-un Diberi Posisi Kuat di Pemerintahan
Kelompok musik Moranbong yang dibentuk Kim Jong-Un (Foto: AFP).

Metrotvnews.com, Pyongyang: Pemimpin tertinggi Korea Utara (Korut) Kim Jong-un mempromosikan mantan kekasihnya masuk dalam lingkaran pemerintahan.
 
Hyon Song-wol, mantan pemimpin Moranbong, grup penyanyi wanita Korut dipromosikan masuk Komite Sentral Pasar Buruh pada Sabtu lalu. Dilansir dari laman New Zealand Herald, Rabu 11 Oktober 2017, pergerakan terjadi di pemerintahan saat Jong-un membantu mempromosikan sejumlah orang terdekatnya ke posisi kuat di pemerintahan.
 
Sementara itu, Hyon terkenal karena aksi kontroversinya saat melakukan perjalanan ke Tiongkok pada Desember 2012 lalu. Dia menolak melakukan pertunjukan lantaran pejabat Negeri Tirai Bambu menuntut perubahan repertoar kelompok Moranbong.
 
Tindakannya dianggap bisa menimbulkan badai bagi hubungan kedua negara. Pasalnya dia meminta teman-temannya untuk berkemas dan pergi setelah mereka diminta mengubah pertunjukkannya.
 
"Dia mungkin bertindak atas perintah, namun bisa dengan tegas menolak tuntutan Tiongkok karena memiliki sejumlah kepercayaan yang diberikan Kim Jong-un," ujar salah satu sumber.
 
Dengan masuknya Hyon dalam pemerintahan, maka sudah dua wanita yang dekat dengan Kim Jong-un mendapat promosi. Salah seorang lainnya adalah adik Jong-un, Kim Yo-jong (30) yang diangkat menjadi anggota politbiro atau badan pembuat keputusan tertinggi Korut.
 
Pengangkatan Yo Jong menggeser posisi bibi mereka, Kim Kyong Hui, sebagai pembuat keputusan negara ketika Kim Jong Il masih memerintah. Kyong Hui merupakan adik dari Jong Il, ayah Jong Un, dan merupakan salah satu sosok yang masuk lingkaran utama rezim Kim di Korut. 
 
Di samping itu, ternyata Yo Jong telah masuk ke dalam daftar hitam Kementerian Keuangan Amerika Serikat (AS) bersama dengan pejabat Korut lainnya mengenai pelanggaran hak asasi manusia yang terlampau parah.



(FJR)