Syarat Bebas Visa untuk WNI yang Ingin ke Olimpiade Pyeongchang

Marcheilla Ariesta    •    Kamis, 25 Jan 2018 14:46 WIB
korea selatan
Syarat Bebas Visa untuk WNI yang Ingin ke Olimpiade Pyeongchang
Olimpiade Pyeongchang 2018. (Foto: Indonesiadaily.co.id).

Seoul: Warga negara Indonesia (WNI) yang ingin menonton Olimpiade Pyeongchang bisa melancong ke Korea Selatan (Korsel) tanpa perlu mengurus visa. Meski demikian, ada syarat yang harus dipenuhi oleh para penikmat Olimpiade Pyeongchang 2018.
 
Pemohon harus mendaftar secara berkelompok dengan jumlah minimal lima orang lewat 14 agen perjalanan yang ditunjuk Kedutaan Besar Korsel di Jakarta. Agen perjalanan tersebut adalah Panorama Tours, K.I.A Tours, Aviatour, Shilla Tours, Dwidaya Tour and Travel, Obaja Tour and Travel, Bayu Buana Tour, Lucky Tours, Antatour, Redcap Indonesia, First Orion Holiday, Golden Tama, Allways Tour dan Astrindo Tour.
 
Tak hanya itu, syarat kedua yang diberikan adalah rute perjalanan. Para pelancong yang ingin bebas visa harus melewati Bandara Incheon, Seoul, lalu melanjutkan penerbangan ke Bandara Internasional Yangyang.
 
"Penumpang tidak boleh keluar dari Bandara Incheon. Mereka akan diperiksa melalui bukti reservasi tiket penerbangan transit dan keimigrasian di Bandara Yangyang," ujar pernyataan KBRI Seoul yang diterima Medcom.id, Kamis 25 Januari 2018.
 
KBRI Seoul juga mengimbau WNI yang ingin memanfaatkan fasilitas bebas visa untuk memperhatikan syarat dan ketentuan yang berlaku. Selain itu, WNI diharapkan berhati-hati untuk tidak tertipu calo tak bertanggung jawab.
 
"Untuk bisa mendapat bebas visa, silakan bertanya langsung ke Kedubes Korsel di Jakarta. Kewenangan ada di mereka," ujar Koordinator Fungsi Konsuler KBRI Seoul, Fuad Andriansyah.
 
KBRI juga mengimbau fasilitas ini dapat dimanfaatkan hanya untuk melancong dan menonton pertandingan di Olimpiade Musim Dingin Pyeongchang. WNI tidak tidak boleh menggunakan kesempatan tersebut untuk bekerja atau tinggal di Korsel.
 
Fasilitas ini juga tidak dapat digunakan oleh WNI yang tinggal di luar batas waktu yang sudah ditentukan di Negeri Ginseng tersebut. Pasalnya, otoritas Korsel diperkirakan sangat ketat dalam mengawasi kebijakan ini.
 
"Deportasi akan menjadi ancaman jika kedatangan WNI ke Korea Selatan jika tidak sesuai dengan syarat dan ketentuannya. Diingatkan juga bagi yang pernah overstay di Korsel untuk tidak perlu mencoba menggunakan fasilitas Bebas Visa ini," tegas KBRI Seoul.
 
Olimpiade musim dingin ke-23 akan dihelat di Pyeongchang, Korea Selatan. Acara ini akan dilaksanakan pada 9 hingga 25 Februari 2018 mendatang.
 
Delegasi Korea Utara (Korut) dipastikan ikut serta dalam Olimpiade Pyeongchang 19 Februari mendatang.
 
"Korut sudah dipastikan ikut dalam Olimpiade Pyeongchang dan ada juga tim gabungan yaitu tim hoki es putri Korut dan Korsel," kata Duta Besar Korsel untuk Indonesia, Cho Tae-young, kepada awak media di Kedutaan Besar Korsel, Jakarta, kemarin.
 
Pyeongchang sendiri terletak di dekat perbatasan antara Utara dan Selatan. Sebelumnya, perundingan tentang keikusertaan Korut ke olimpiade ini juga sudah digelar pada 9 Januari lalu di Desa Panmunjon, Zona Demiliterisasi.
 
Dubes Cho menuturkan dunia bisa menjadi saksi perdamaian antara Korut dan Korsel dalam olimpiade ini.



(FJR)