Nasib Pembelot Korut yang Ditolak Tiongkok

Sonya Michaella    •    Jumat, 06 Oct 2017 13:25 WIB
korea utara
Nasib Pembelot Korut yang Ditolak Tiongkok
Seorang pelayan Korea Utara membersihkan lantai sebuah restoran Korea Utara di Dandong, Provinsi Liaoning, Tiongkok. (Foto: Asian Correspondent)

Metrotvnews.com, Pyongyang: Seiring dengan meningkatnya aktivitas program rudal balistik Korea Utara (Korut) dan juga isu kekejaman rezim Kim Jong-un, makin banyak warga Korut yang membelot atau kabur ke negara lain.

Korea Selatan adalah tujuan pertama warga Korut untuk membelot. Tak hanya Korsel, Tiongkok pun menjadi tujuan mereka. Setidaknya ada sekitar 50 ribu sampai 200 ribu warga Korut yang tinggal di Tiongkok.

Namun, Tiongkok tak mengakui mereka sebagai pengungsi. Malah mereka menyebut warga Korut ini sebagai imigran ekonomi yang telah melintasi perbatasan secara ilegal.

Sebagian besar warga Korut yang ada di Beijing tak memiliki status hukum. Selain itu, Tiongkok bekerja sama dengan Korut untuk menangkap para pembelot dan mengirim mereka kembali ke Pyongyang.

Dikutip dari Asian Correspondent, Jumat 6 Oktober 2017, berdasarkan pengakuan para pembelot Korut yang kini menetap di Inggris, mereka mengaku awalnya menjadikan Tiongkok negara tujuan.

Tetapi, mereka malah ditangkap dan dikembalikan ke Korut beberapa kali, namun mereka berhasil melarikan diri.

Di antara mereka yang berhasil meninggalkan Korut, wanita merupakan yang terbanyak. Kendati demikian, banyaknya jumlah wanita ini justru rentan menjadi korban perdagangan.

Banyak wanita pembelot yang dipaksa bekerja di ladang dan melakukan pekerjaan rumah tanpa henti di Tiongkok. Beberapa dari mereka malah diperjualbelikan di perbatasan Tiongkok-Korea.

Laporan Komisi Penyelidik PBB tahun 2014 soal situasi HAM di Korut juga mengkritik kebijakan Tiongkok karena melanggar HAM dari pembelot Korut. Namun, Pemerintah Tiongkok menolak laporan tersebut pun mengubah kebijakannya.


(WIL)