Tiongkok Peringatkan Australia soal Laut China Selatan

Sonya Michaella    •    Kamis, 13 Oct 2016 08:42 WIB
laut china selatan
Tiongkok Peringatkan Australia soal Laut China Selatan
Laut China Selatan (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Beijing: Tiongkok memperingatkan Australia bahwa Australia harus 'berhati-hati' dalam bertindak dan berbicara tentang Laut China Selatan.

Sebelumnya, Australia mengkritik Tiongkok soal adanya penerbangan pengintaian di atas pulau yang disengketakan di Laut China Selatan dan mendukung kebebasan navigasi Amerika Serikat (AS).

Seperti dilansir Reuters, Kamis (13/10/2016), saat bertemu di Beijing, Wakil Ketua Komisi Militer Pusat Tiongkok mengecam Australia yang diwakilkan Marsekal Mark Binskin bahwa Australia harus sangat berhati-hati.

Tiongkok juga berharap Australia mendorong perkembangan yang ada untuk maju dan menciptakan hubungan bilateral dan maritim yang stabil.

Tak hanya itu, Perdana Menteri Australia, Malcolm Turnbull juga mengatakan pada Presiden Tiongkok, Xi Jinping agar Tiongkok mematuhi hukum internasional yang ada.


PM Australia, Malcolm Turnbull (kiri) dan Presiden Tiongkok, Xi Jinping/AFP

Tiongkok geram terkait patroli bebas navigasi AS di Laut China Selatan. Pasalnya, patroli AS tersebut mengganggu pembangunan landasan di pulau buatan Tiongkok dan dikhawatirkan mengguncang konstruksi sekitar.

Tiongkok mempertegas bahwa bangunan-bangunan buatan tersebut dilakukan Tiongkok demi masyarakat internasional, termasuk untuk navigasi maritim sipil.

Beijing mengklaim hampir semua wilayah Laut China Selatan, di mana perairan ini menjadi jalur pelayaran internasional yang dilewati kapal dagang senilai USD5 triliun setiap tahunnya.

Selain itu, Malaysia, Filipina, Brunei, Vietnam dan Taiwan juga mengklaim bahwa laut yang kaya akan sumber daya energi dan stok ikan ini miliknya.


(WIL)

Hasil Referendum Italia dan Hubungannya dengan Uni Eropa

Hasil Referendum Italia dan Hubungannya dengan Uni Eropa

1 day Ago

Perdana Menteri Italia Metteo Renzi mundur dari jabatannya setelah gagal menang dalam referendum…

BERITA LAINNYA