Keluarga Korban MH370 akan Cari Puing Pesawat ke Madagaskar

Willy Haryono    •    Senin, 21 Nov 2016 16:37 WIB
misteri mh370
Keluarga Korban MH370 akan Cari Puing Pesawat ke Madagaskar
Salah satu serpihan pesawat yang diduga berasal dari MH370. (Foto: AFP/Australian Transport and Safety)

Metrotvnews.com, Kuala Lumpur: Keluarga dari mereka yang berada di dalam maskapai Malaysia Airlines dengan nomor penerbangan MH370 akan mencari serpihan pesawat di Madagaskar. 

Mereka mengklaim pencarian berskala masif selama ini tidak sistematik, dan beberapa puing yang berpotensi menjadi petunjuk kerap diabaikan. 

Semua puing yang diduga berasal dari MH370 selama ini ditemukan di Afrika Timur. Pesawat MH370 menghilang dalam perjalanan dari Kuala Lumpur ke Beijing pada Maret 2014. 

Malaysia bertanggung jawab dalam mengkoordinasikan temuan puing, yang sebagian besar sudah dikirim ke Australia untuk diperiksa. 

Sejauh ini, enam puing pesawat yang diduga atau hampir dipastikan berasal dari MH370 telah ditemukan. 

Menurut sebuah pernyataan di akun Facebook oleh grup Voice 370, seperti dilansir AFP, Senin (21/11/2016), sejumlah keluarga korban MH370 berencana bertolak ke Madagaskar pada 3-10 Desember. 



Voice 370 mengklaim "tidak memiliki pilihan lain kecuali bergerak sendiri untuk mencari jawaban dan mengakhiri semua ini," tulisnya di Facebook

Salah satu anggota keluarga korban, Grace Subathirai Nathan mengatakan kepada Associated Press bahwa dirinya akan ke Madagaskar dengan biaya sendiri bersama enam rekannya -- tiga dari Malaysia, dua Tiongkok dan satu Prancis. 

Baca: Puing Menunjukkan MH370 Lepas Kendali saat Jatuh

Merespons kritik atas lambannya penanganan puing pesawat pada September, otoritas Malaysia menegaskan mereka berusaha sekuat tenaga dan meminta semua orang untuk "membiarkan para ahli bekerja."

Terdapat total 239 orang di MH370, yang diduga kuat jatuh di Samudera Hindia. 

Pencarian berskala masif yang dipimpin Australia sejauh ini belum menemukan jejak berarti mengenai nasib tragis MH370. Pencarian akan dihentikan awal tahun depan, kecuali jika ada kemajuan signifikan.


(WIL)