Swiss Sesalkan Thailand Tidak Ekstradisi Saksi Kunci Skandal 1MDB

Arpan Rahman    •    Rabu, 21 Sep 2016 13:13 WIB
1mdb
Swiss Sesalkan Thailand Tidak Ekstradisi Saksi Kunci Skandal 1MDB
Xavier Justo, seorang warga Swiss yang dipenjara tiga tahun atas tuduhan memeras perusahaan Arab Saudi terkait skandal 1MDB, keluar ruang persidangan di Bangkok, Thailand, 17 Agustus 2015 (Foto: AFP/PORNCHAI KITTIWONGSAKUL)

Metrotvnews.com, Kuala Lumpur: Pemerintah Swiss menyesalkan keputusan pemerintah Thailand yang tidak mengekstradisi Xavier Justo. Pria berkewarganegaraan Swiss itu disebut-sebut berpotensi menjadi saksi kunci dalam kasus pencucian uang berskala global lembaga negara Malaysia, 1Malaysia Development Berhad (1MDB).

1MDB Malaysia adalah proyek yang pernah ditangani Perdana Menteri Najib Razak, yang ketika itu dirinya menjabat dewan penasehat. Seperti disitir Reuters, Rabu (21/9/2016), Najib menjadi subyek investigasi skandal pencucian uang di enam negara, termasuk Swiss, Singapura, dan Amerika Serikat (AS).

Justo dipenjara selama tiga tahun di Thailand pada Agustus 2015, setelah polisi mengatakan dirinya terlibat pemerasan. Justo disebut berusaha memeras mantan majikannya di Petrosaudi, perusahaan minyak dan gas berbasis di Arab Saudi dan mitra patungan 1MDB.

Ia membocorkan beberapa dokumen rahasia dari Petrosaudi terkait kongsi dengan 1MDB. Bocorannya diterbitkan kelompok media Malaysia dan internasional awal tahun lalu, dan menjadi dasar penyelidikan untuk korupsi dan pencucian uang.

Hukuman Justo dipotong dua tahun berkat amnesti kerajaan pada Agustus. Pengampunan itu mendorong pemerintah Swiss meminta pemindahannya untuk menghabiskan sisa masa tahanan di Swiss.


Skandal keuangan 1MDB. (Foto: AFP)

Menteri Kehakiman Thailand Jend. Paiboon Koomchaya dikutip kantor berita Malaysia Bernama mengatakan, keputusan untuk menolak pemindahan Justo itu dibuat "sesuai dengan hukum Thailand".

Kantor luar negeri Swiss menyesalkan keputusan tersebut. "Swiss belum resmi diberitahu oleh otoritas Thailand dari keputusan untuk menolak pemindahan ke Swiss," kata sebuah pernyataan kepada Reuters.

Pengacara Justo di Thailand, Worrasit Piriyawiboon, mengatakan kliennya tidak diekstradisi lantaran kurang dari satu tahun sisa hukuman.

Keputusan untuk menolak pemindahan Justo ke Swiss muncul tak lama setelah PM Malaysia mengadakan kunjungan ke Thailand. Kedua negara sepakat menolak campur tangan pihak manapun.

Malaysia Tidak Ikut Campur


PM Malaysia Najib Razak. (Foto: AFP)

Juru bicara Najib mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Selasa 20 September, bahwa tidak seorang pun delegasi Malaysia menyinggung masalah yang berkaitan dengan Justo selama kunjungan di Thailand.

"Malaysia tidak pernah berusaha mengganggu urusan internal atau proses peradilan dari negara lain," kata Tengku Sariffuddin dalam sebuah pernyataan.

Departemen Kehakiman AS mengajukan tuntutan hukum pada awal tahun ini, berusaha untuk merebut lebih dari USD1 miliar aset yang diduga tersedot dari 1MDB. 1MDB didirikan pada September 2009 guna berinvestasi di bidang properti dan proyek-proyek energi strategis.

Najib telah membantah semua tuduhan terhadap dirinya dan menegaskan Malaysia akan bekerja sama dengan penyelidikan internasional.

Lebih dari 200.000 orang berbaris memenuhi jalan-jalan Kuala Lumpur pada Agustus 2015. Mereka menyerukan pengunduran diri Najib atas skandal 1MDB. Aksi protes lain dijadwalkan digelar November mendatang. 


(WIL)