15 ABK Korban Insiden di Laut Jepang Tiba di Indonesia

   •    Sabtu, 04 Aug 2018 11:14 WIB
kecelakaan kapalindonesia-korsel
15 ABK Korban Insiden di Laut Jepang Tiba di Indonesia
Sebanyak 15 WNI tiba di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, 3 Agustus 2018. (Foto: KBRI Seoul)

Tangerang: Sebanyak 15 Anak Buah Kapal (ABK) yang selamat atas terjadinya peristiwa tabrakan dua kapal Korea Selatan di bagian tenggara  perairan Hokkaido, Jepang telah  tiba  dalam keadaan sehat di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Jumat 3 Agustus 2018. 

Mereka tiba dengan tiga kloter penerbangan, yaitu: Cathay Pacific 2 kloter (pukul 13.05 dan 19.40 WIB) dan China Airlines (pukul 13.10 WIB). 

Ke-15 ABK dijemput tim dari Direktorat Perlindungan WNI Kemenlu, BNP2TKI dan salah satu agen pengirim para ABK ke Korea, PT. Top Ocean People.

Nama 15 ABK tersebut yaitu Inuhan Bastian (22 tahun), Hendri (31 tahun), Saroni (27 tahun), Sutirno Muhamad Rendy (21 tahun), Sarimanella Riwildo (24 tahun), Maulana Haris (21 tahun), Pattiapon Dollans (22 tahun), Waly (27 tahun), Sokeh (29 tahun), Pranara Ari Dona (23 tahun), Pratomo Dede (27 tahun), Idris (28 tahun), dan Riyanto Pani (20 tahun), Madi Sangid Bn Sarga (26 tahun) dan Adi Imam Soleh Ibrohim (25 tahun). 

Wakil Kepala Perwakilan RI Seoul, Siti Sofia Sudarma, yang sebelumnya melepas saat keberangkatan di Bandara Gimhae, Busan, menyampaikan rasa syukur bahwa ke-15 ABK telah tiba dengan selamat di tanah air. 


Para ABK WNI tiba di Bandara Soekarno Hatta. (Foto: Kemenlu RI)

"Alhamdulillah, semoga setelah berkumpul kembali dengan keluarga para ABK bisa segera melupakan trauma akibat kecelakaan dan segera mendapatkan pekerjaan baru," demikian dikatakan Sofia, dalam rilis yang diterima Medcom.id.

Sebelumnya, KBRI Seoul telah memperjuangkan hak-hak para ABK tersebut yang meliputi gaji, kompensasi barang-barang ABK, dan tiket kepulangan ke Indonesia. 

Para ABK juga diberikan baju hangat dan makanan selama perjalanan menuju Indonesia. Agen Pengirim para ABK termasuk PT. Cimco Citra Mandiri, PT. Novo, PT. Nurindo dan PT. Top Ocean People, telah berjanji untuk membayar sisa hak mereka di Indonesia.

Selanjutnya, seluruh ABK dipulangkan ke kampung halaman masing-masing dengan biaya dari pemerintah dan agen TKI melalui pendekatan KBRI Seoul. Mereka menyampaikan terima kasih atas bantuan dan perlindungan yang diberikan selama peristiwa tabrakan terjadi hingga tiba di tanah air.

Peristiwa tabrakan antara Kapal longline “803 Tongyeongho” dan Kapal longline "101 Keumyangho”, di sekitar 67 mil sebelah tenggara Hokkaido, Jepang terjadi pada 26 Juli, pukul 07.30 Waktu Korea. 

Dalam peristiwa tersebut, kapal “101 Keumyangho” yang terdapat 18 ABK WNI di dalamnya tenggelam. Sebanyak 15 orang selamat, sementara 3 ABK masih hilang.

KBRI Seoul akan terus berupaya bekerja sama dengan otoritas Korsel terkait hak hak 3 ABK WNI yang masih hilang saat tabrakan dua kapal nahas tersebut.

Baca: Menlu Retno Minta Bantuan Korsel Cari 3 ABK WNI yang Hilang


(WIL)