Kemenlu Konfirmasi 2 Nelayan WNI Diculik di Perairan Malaysia

Marcheilla Ariesta    •    Kamis, 13 Sep 2018 13:39 WIB
nelayanpenculikan malaysiamalaysia
Kemenlu Konfirmasi 2 Nelayan WNI Diculik di Perairan Malaysia
Kapal nelayan asing di Perairan Batam. (Foto: ANT).

Jakarta: Kementerian Luar Negeri akhirnya mengonfirmasi penculikan yang menimpa dua nelayan asal Indonesia di Perairan Sabah. Kedua warga negara Indonesia (WNI) itu dikonfirmasi adalah Samsul Saguni, 40 dan Usman Yunus, 35.

Kedua WNI ini berasal dari Sulawesi Barat. 

"Pada tanggal 11 September 2018, sekitar pukul 01.00,  telah terjadi penculikan oleh kelompok bersenjata terhadap 2 nelayan WNI yang bekerja di kapal penangkap ikan berbendera Malaysia, Dwi Jaya I," kata Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia (PWNI dan BHI) Kemenlu RI, Lalu Muhammad Iqbal, di Jakarta, Kamis 13 September 2018.

Iqbal mengatakan pemerintah Indonesia sudah melakukan beberapa langkah awal untuk pencarian WNI.

"Tanggal 11 September pagi, Menlu Retno Marsudi memerintahkan Konsul RI berkunjung ke Semporna guna bertemu otoritas keamanan setempat, pemilik kapal dan saksi pelapor guna memverifikasi informasi tersebut dan meminta keterangan tambahan," tutur Iqbal.

Dia menambahkan, Kemenlu telah menyampaikan berita penculikan kepada para keluarga korban di Sulawesi Barat. Pihak Kemenlu akan memberikan pendampingan bagi keluarga dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat.

Baca: Dua Nelayan Indonesia Diculik di Perairan Sabah

"Menlu telah berkomunikasi dengan Menlu Malaysia guna menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap kejadian tersebut, dan meminta jaminan keamanan bagi WNI yang bekerja di wilayah Sabah, khususnya para nelayan," imbuhnya.

Konsul Jenderal RI di Kota Kinabalu dan Konsulat RI Tawau mengeluarkan imbauan kepada seluruh WNI di Sabah. Imbauan tak melaut diberikan kepada seluruh WNI yang bekerja di kapal penangkap ikan.

Imbauan ini berlaku hingga situasi keamanan dianggap kondusif dan adanya jaminan keamanan dari otoritas setempat.

"Pemerintah akan melakukan upaya-upaya perlindungan bagi kedua WNI sebagaimana yang dilakukan terhadap 11 nelayan WNI yang diculik di perairan Sabah sebelumnya," tukasnya.

Iqbal menambahkan, hasil verifikasi KRI Tawau di lapangan, kapal tersebut beroperasi sesuai SOP yang diterapkan otoritas keamanan setempat. Menurut dia, para nelayan sudah dilengkapi peralatan sesuai persyaratan otoritas keamanan Malaysia.

Pada 11 September lalu, empat awak kapal ikan baru saja berlabuh di dermaga Pulau Gaya, Semporna. Namun, pada pukul 1 pagi salah satu anggota kru mendengar suara mesin pompa perahu.

Tiba-tiba pasokan listrik di kapal terputus. Dua awak kapal yang bersembunyi dalam kompartemen kapal penangkap ikan mendengar orang-orang berbicara dalam dialek Suluk, yang mengindikasikan penculik berasal dari Filipina. Mereka mengintip melalui lubang dan melihat dua orang bersenjata di dalamnya.

Sekitar satu jam kemudian, kedua nelayan keluar dari tempat persembunyian mereka, namun dua temannya serta sistem komunikasi radio kapal hilang. Dua nelayan ini kemudian melapor ke kantor polisi Semporna.


(FJR)


Pameran Replika Stasiun Kereta Api Bersejarah di AS

Pameran Replika Stasiun Kereta Api Bersejarah di AS

1 day Ago

Ribuan pengunjung setiap tahun datang ke U.S. Botanic Garden atau Kebun Raya AS di Washington untuk…

BERITA LAINNYA