Enam ABK WNI Dibebaskan Tanpa Membayar Tebusan

Sonya Michaella    •    Senin, 02 Apr 2018 15:57 WIB
penyanderaanperlindungan wni
Enam ABK WNI Dibebaskan Tanpa Membayar Tebusan
Enam ABK WNI yang berhasil dibebaskan dari penyanderaan di Libya (Foto: Sonya Michaella).

Jakarta: Kementerian Luar Negeri RI menegaskan tidak ada uang tebusan yang dibayarkan kepada kelompok bersenjata yang menyandera enam Anak Buah Kapal (ABK) asal Indonesia.
 
(Baca: 6 ABK WNI Berhasil Dibebaskan dari Penyanderaan di Libya).
 
"Saya rasa upaya pendekatan secara intensif dilakukan selama enam bulan terakhir dengan menekankan kedekatan antara Indonesia dgn Libya, bahwa Indonesia tidak berpihak dalam konflik di Libya," kata Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kemenlu RI Lalu Muhamad Iqbal, di Jakarta, Senin 2 April 2018.
 
Ia menuturkan, upaya pembebasan enam ABK ini tidaklah mudah. Tanpa uang tebusan, enam ABK yang disandera sejak enam bulan lalu ini berhasil bebas dan kembali ke keluarganya masing-masing.
 
Selain itu, ujar dia, Indonesia merupakan sahabat Libya di mana dua negara ini pada 1996 silam pernah memediasi perdamaian di Filipina Selatan.
 
"Upaya-upaya diplomasi semacam itulah yang dikedepankan. Itu sebabnya memakan waktu cukup lama," tutur dia lagi.
 
Upaya pendekatan itu berhasil dilakukan bahkan tim pembebasan berhasil kembali dari Benghazi melalui jalur darat yang selama ini dianggap berbahaya serta berhasil melewati 12 pos pemeriksaan dengan lancar.
 
(Baca: Kronologi Pembebasan 6 WNI dari Penyanderaan di Benghazi).
 
Selain itu, Iqbal juga menekankan akan menagih hak-hak enam ABK WNI ini kepada perusahaan yang mempekerjakan mereka.
 
"Sempat ada perselisihan dalam hak. Pemilik awalnya menolak memberikan hak ABK karena kapalnya tidak bekerja. Tetapi hingga disandera pun ABK tidak meninggalkan kapal," tukasnya.
 
Ia menambahkan, kesepakatan sudah dicapai dengan pemilik yang akan menyelesaikan hak-hak enam ABK ini setelah tiba di Jakarta dan Kemenlu RI pun akan bantu proses penyelesaiannya.


(FJR)