Presiden Iran Serukan Persatuan di Tengah Protes Anti-Pemerintah

Sonya Michaella    •    Selasa, 02 Jan 2018 10:28 WIB
politik iraniran
Presiden Iran Serukan Persatuan di Tengah Protes Anti-Pemerintah
Presiden Iran, Hassan Rouhani. (Foto: AFP)

Teheran: Presiden Iran Hassan Rouhani menyerukan persatuan atas demonstrasi parah yang terjadi di beberapa kota di Iran, lima hari terakhir. Korban tewas pun kini mencapai 12 orang, termasuk salah seorang polisi.

Rouhani juga mendesak militer Iran untuk memastikan bahwa kepentingan nasional dan kestabilan negara tetap terjaga.

"Saya mengutuk kekerasan yang terjadi di demonstrasi ini. Memang itu hak rakyat. Tapi bangsa kita besar. Kejadian seperti ini sudah pernah terjadi dan kita bisa melewatinya," kata Rouhani, dikutip dari AFP, Selasa 2 Januari 2018.

"Kritik dan protes adalah sebuah kesempatan, bukan ancaman. Elemen warga akan merespons dengan sendirinya terhadap para pengacau dan pelanggar aturan," ujar Rouhani lagi, dalam pernyataan resmi kantor kepresidenan Iran.

Demonstrasi awal dimulai di Kota Masyad, di mana rakyat memprotes kenaikan harga bahan pokok dan frustasi dengan rezim teokratis Iran.

Otoritas Iran juga belum memberikan informasi lanjutan mengenai siapa-siapa saja yang telah membunuh 12 orang sejauh ini.

Kericuhan yang terjadi di Teheran juga mendapat komentar dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Ia mengatakan bahwa Iran memerlukan perubahan.

"Rezim yang menindas tidak dapat bertahan selamanya. Akan tiba hari ketika warga Iran menghadapi pilihan," ungkap Trump.

Menanggapi komentar ini, Rouhani membalas bahwa Trump tidak memiliki hak untuk bersimpati dengan pedemo dan juga rakyat Iran.


(FJR)