OBOR Dianggap Bisa Jadi Tantangan untuk ASEAN

Marcheilla Ariesta    •    Kamis, 18 Jan 2018 19:44 WIB
asean
OBOR Dianggap Bisa Jadi Tantangan untuk ASEAN
Diskusi ASEAN Outlook 2018, di Habibie Center, Jakarta, Kamis 18 Januari 2018 (Foto: Marcheilla Ariesta).

Jakarta: One Belt One Road (OBOR) merupakan program kerja sama pembangunan yang dilakukan Tiongkok, yang disebut juga sebagai jalan sutera modern antarnegara. Menurut Kepala Pusat Penelitian Miriam Budiarjo (MBRC) Evi Fitriani mengatakan OBOR dapat menjadi suatu tantangan yang harus dihadapi ASEAN.
 
"OBOR bisa menjadi tantangan bagi ASEAN, karena OBOR itu proyek besar dan wilayahnya luas," ujar Evi saat ditemui di Habibie Center, Jakarta, Kamis 18 Januari 2018.
 
Meski demikian, Direktur Jenderal Kerja Sama ASEAN Kementerian Luar Negeri Jose Tavares menuturkan OBOR justru dapat menjadi kesempatan bagi ASEAN. Hal ini dikarenakan negara-negara di ASEAN bisa memanfaatkan OBOR.
 
"OBOR yang adalah proyek Tiongkok itu mengenai infrastruktur, ini pendekatan yang dilakukan mereka. Indonesia sendiri akan bisa memanfaatkan OBOR secara selektif sesuai dengan kepentingan kita," ungkapnya.
 
Jose menambahkan, negara-negara ASEAN yang akan ikut program OBOR tentunya sudah mempertimbangkan hal tersebut secara matang. Pasalnya, OBOR merupakan program hibah, yang nantinya harus dikembalikan.
 
"Jadi silakan saja, banyak kesempatan yang bisa diberikan negara mitra ini. Hanya, kita bisa melihat dari pertimbangannya masing-masing," lanjut dia.
 
Tiongkok sedang gencar merajut jalur sutera modern antar negara dengan semboyan “One Belt One Road.” Tentu saja, jalur sutera modern ini akan melintasi kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia.
 
Dengan jalur sutera modern tersebut, Tiongkok menyusun rute-rute perdagangan baru, menghubungkan kawasan-kawasan yang terdekat dengan negara tersebut. One Belt One Road mencakup lebih dari 60 negara.
 
Tidak hanya itu, proyek raksasa Tiongkok ini 60 persen populasi dunia, 40 persen Produk Domestik Bruto (PDB) global, dan 75 persen sumber daya energi dunia.



(FJR)


Menlu AS Temui Raja Salman Bahas Jurnalis Hilang

Menlu AS Temui Raja Salman Bahas Jurnalis Hilang

4 hours Ago

Pompeo berterima kasih kepada Raja Salman karena mendukung penyelidikan transparan pencarian Jamal…

BERITA LAINNYA