Belum Ada Notifikasi Masuk ke KBRI soal WNI Ditangkap di Marawi

Sonya Michaella    •    Rabu, 01 Nov 2017 17:46 WIB
wniterorisme di filipina
Belum Ada Notifikasi Masuk ke KBRI soal WNI Ditangkap di Marawi
Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri RI Lalu Muhamad Iqbal (batik merah) (Foto: Metrotvnews.com).

Metrotvnews.com, Jakarta: Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri RI Lalu Muhamad Iqbal mengatakan, sampai saat ini dirinya belum menerima informasi resmi apapun dari pihak Filipina.
 
 
Konfirmasi ini terkait kabar ditangkapnya seorang WNI yang diduga menjadi militan kelompok Maute yang menguasai Marawi selama lima bulan terakhir.
 
"Kalau benar ada WNI yang ditangkap, seharusnya ada notifikasi kekonsuleran kepada KBRI. Tapi sampai saat ini tidak ada informasi resmi," kata Iqbal dalam pernyataannya, yang diterima Metrotvnews.com, Rabu 1 November 2017.
 
"Karena itu, saat ini kami tidak bisa mengkonfirmasi penangkapan tersebut maupun kewarganegaraannya," lanjut dia lagi.
 
Menurut kepala polisi wilayah Ranao, Kolonel Romeo Brawner, laki-laki terduga WNI tersebut sedang diperiksa dan diinvestigasi oleh aparat setempat.
 
Sementara berdasarkan keterangan dari Kepala Polisi wilayah Lanao del Sur, John Guyguyon dalam konferensi persnya Rabu 1 November menyebutkan, bahwa nama terduga WNI tersebut adalah Muhammad Ilham Syahputra.
 
 
Guyguyon menyatakan bahwa dia masuk ke Filipina pada November 2016 dan diajak oleh kelompok Isnilon Hapilon yang bersama Maute menguasai wilayah Marawi.
 
Isnilon Hapilon dan Omar Maute, keduanya merupakan pemimpin kelompok Maute, dikabarkan tewas dibunuh pekan lalu. Mahmud Ahmad dari Malaysia, yang diduga mendanai para militan ini, juga dikabarkan tewas.



(FJR)