Pertemuan Indonesia-Yordania Diwarnai Pembahasan Yerusalem dan OKI

Sonya Michaella    •    Kamis, 07 Dec 2017 15:32 WIB
indonesia-yordania
Pertemuan Indonesia-Yordania Diwarnai Pembahasan Yerusalem dan OKI
Pertemuan Menlu Retno Marsudi dengan Menteri Politik Kementerian Luar Negeri Yordania, Musa Maaytah (Foto: Sonya Michaella).

Tangerang: Yerusalem dan persiapan untuk pertemuan kepala negara Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) menjadi bahasan utama pertemuan bilateral antara Indonesia dan Yordania.
 
Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi menerima kunjungan Menteri Politik Kementerian Luar Negeri Yordania, Musa Maaytah, di sela-sela penyelenggaraan Bali Democracy Forum X.
 
"Isu Yerusalem dan pertemuan kepala negara OKI pekan depan jadi bahasan kami tadi, selain yang pasti hubungan bilateral dua negara," kata Menlu Retno di ICE BSD, Kamis 7 November 2017.
 
Musa sendiri mengatakan sangat menyayangkan keputusan Amerika Serikat yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.
 
"Kami bersatu bersama Indonesia dalam satu posisi yang sama untuk Palestina," ungkap Musa.
 
"Proses perdamaian tetap harus dilakukan dan untuk kami, Yerusalem adalah Ibu Kota Palestina," lanjut dia.
 
Pertemuan kepala negara OKI akan digelar pekan depan tepatnya pada 13 Desember. Menlu Retno mengamini ketika ditanya apakah Presiden RI Joko Widodo akan hadir dalam pertemuan khusus tersebut.
 
Indonesia, yang selama ini ikut memperjuangkan kemerdekaan Palestina juga mengutuk keras atas keputusan Amerika tersebut.
 
Indonesia bahkan menyebut Amerika harus tahu apa artinya demokrasi. Kata-kata ini dilontarkan oleh Menlu Retno di sela pembukaan Bali Democracy Forum ke-10, hari ini.



(FJR)