Rayakan Hari Nasional, Taiwan Nilai Hubungannya dengan RI Meningkat

Sonya Michaella    •    Rabu, 11 Oct 2017 08:04 WIB
indonesia-taiwan
Rayakan Hari Nasional, Taiwan Nilai Hubungannya dengan RI Meningkat
Kepala TETO untuk Indonesia, John Chen. (Foto: Sonya Michaella/MTVN)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kantor Perwakilan Ekonomi dan Perdagangan Taiwan di Indonesia merayakan hari nasional Taiwan yang ke-106, yang biasa disebut juga dengan Double Tenth Day.

"Taiwan telah mencapai kemajuan, beberapa industri unggulan telah diakui dunia internasional dan Taiwan berada di urutan ke empat sebagai tempat tinggal dan bekerja sebagai orang asing," kata Kepala TETO, John Chen, dalam pidatonya di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa 10 Oktober 2017.

Ia mengatakan, dengan kebiajakan New Southbound Policy, hubungan Taiwan dan Indonesia menuju level yang lebih baik, walaupun tak ada hubungan diplomatik.

"Dengan prinsip saling menguntungkan, meningkatkan kerja sama di bidang pertanian, perdagangan, investasi serta pembinaan sumber daya manusia, hubungan Taiwan dan Indonesia semakin membaik setiap tahunnya," ujar dia.

Di enam bulan pertama tahun ini, nilai investasi Taiwan mencapai USD300 juta, dua kali lipat lebih besar dibanding tahun lalu. Tahun ini, sebanyak 69 warga Indonesia juga menerima beasiswa dari Pemerintah Taiwan, jika tahun lalu hanya 39 orang.

Acara semalam digelar cukup meriah. Meski tak ada wakil pemerintahan yang datang --karena tak memiliki hubungan diplomatik--, ada beberapa anggota DPR yang menghadiri perhelatan acara ini.

Memperingati hari nasionalnya, di Taipei, Presiden Tsai Ing-wen berjanji akan memperjuangkan kebebasan serta demokrasi Taiwan dan menegaskan wilayahnya tidak akan tunduk pada tekanan dari siapapun.

Dalam pidato peringatan hari kemerdekaan Taiwan, Tsai mengatakan pemerintahannya masih berjuang mencari terobosan terkait hubungan Taiwan dan Tiongkok yang selama ini tidak mengakui kedaulatan negaranya.

Hubungan antar Taipei dan Beijing semakin buruk sejak Tsai menjabat pada Mei 2016. Sejak itu, Taiwan secara agresif terus berupaya mendapat pengakuan negara lain sebagai negara merdeka. Sementara itu, Tiongkok berkeras menganggapnya sebagai wilayah 'nakal' yang memisahkan diri.



(FJR)