Racun VX di Wajah Kim Jong-nam Lebih dari Dosis Mematikan

Marcheilla Ariesta    •    Selasa, 10 Oct 2017 14:50 WIB
pembunuhan kim jong-nam
Racun VX di Wajah Kim Jong-nam Lebih dari Dosis Mematikan
Kim Jong-Nam (Photo:AFP)

Metrotvnews.com, Shah Alam: Racun saraf VX yang membunuh Kim Jong-nam, saudara tiri pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un, dideteksi 1,4 kali lebih banyak dari dosis mematikan. Hal ini dituturkan Raja Subramaniam yang merupakan pemimpin dari Laboratorium Analisis Senjata Kimia Pusat di Malaysia.

Menurut Raja, VX murni ditemukan di wajah, mata dan plasma darah Kim Jong-nam. VX dan produk terkait juga terdeteksi pada pakaian yang dipakai dua wanita diduga pembunuh Jong-nam, yaitu Siti Aisyah asal Indonesia dan Doan Thi Huong dari Vietnam.

Raja menjelaskan dosis 0,142 miligram per kilogram berat badan saja sudah cukup mematikan untuk hewan. Dia memperkirakan dosis 0,2 miligram per kilogram berat badan di kulit wajah Kim.

"Berdasarkan perkiraan konsentrasinya, terdapat 1,4 kali lebih banyak dari dosis mematikan," seru Raja, seperti dilansir dari laman AP, Selasa 10 Oktober 2017.

Raja menuturkan bahwa konsentrat VX di mata Kim diperkirakan hanya 0,03 miligram per kilogram berat tubuh, namun racun tersebut bisa dengan cepat meresap ke kulit. Konsentrat VX juga ditemukan di kerah dan lengan blazer Jong-nam,  kakak tiri Kim Jong-un tersebut diperkirakan mengusap dengan blazern usai menerima semprotan racun.

Jejak VX juga terdeteksi pada kuku Doan Thi Huong, namun tidak pada Siti Aisyah. Raja mengatakan bahwa Doan mungkin tidak dengan benar melakukan dekontaminasi, pasalnya VX bisa dihilangkan sepenuhnya dengan mencuci dan menggosok telapak tangan dalam waktu 15 menit usai terpapar.

Penemuan Raja mengenai VX yang terdapat di pakaian dan kuku Doan merupakan bukti pertama yang dapat dihubungkan dengan dua tersangka tersebut. Doan dan Siti Aisyah di awal persidangan menolak tudingan keduanya terlibat dalam pembunuhan tersebut. Dua wanita ini mengaku ditipu agen Korea Utara yang mengatakan mereka adalah  peserta sebuah acara televisi dengan kamera tersembunyi.

Hingga sebulan ke depan, sidang akan dilakukan berturut-turut dan setiap harinya akan ada saksi dari pihak jaksa penuntut umum yang akan memberikan kesaksian dan memaparkan bukti yang mereka punya untuk memberatkan kedua tersangka.

Bila terbukti bersalah, keduanya bisa terancam hukuman mati di Malaysia.



(WAH)