Duterte Ingin Perpanjang Darurat Militer di Filipina Selatan

Willy Haryono    •    Senin, 11 Dec 2017 15:34 WIB
isisfilipinaterorisme di filipina
Duterte Ingin Perpanjang Darurat Militer di Filipina Selatan
Presiden Filipina Rodrigo Duterte dalam penutupan KTT ASEAN di Manila, 14 November 2017. (Foto: AFP/MANAN VATSYAYANA)

Manila: Presiden Filipina Rodrigo Duterte meminta Kongres memperpanjang status darurat militer di seantero wilayah selatan negara hingga akhir tahun depan untuk memerangi sejumlah kelompok militan.

Dalam sebuah surat yang dikirim dari kantor kepresidenan, Duterte menyebut perpanjangan status diperlukan di Mindanao untuk menghalau pemberontakan yang sedang dilakukan militan simpatisan grup ekstremis Islamic State (ISIS) serta kelompok lainnya.

"Saya meminta Kongres Filipina memperpanjang proklamasi Hukum Darurat Militer di seluruh Mindanao hingga satu tahun dimulai tanggal 1 Januari 2018," tulis surat tersebut, seperti dikutip AFP, Senin 11 Desember 2017. 

Duterte menerapkan status darurat militer di Mindanao pada Mei lalu untuk memerangi militan simpatisan ISIS di kota Marawi. 

Ratusan militan beraksi di kota Marawi, yang disebut Filipina sebagai usaha percobaan mendirikan kekhilafahan ISIS di Asia Tenggara. Konflik di Marawi dan sekitarnya telah menewaskan lebih dari 1.100 orang. 

Meski Duterte mendeklarasikan Marawi telah "dibebaskan" pada Oktober lalu, otoritas Filipina mengingatkan bahwa sisa militan yang melarikan diri mulai berkumpul kembali dan merekrut anggota baru di Mindanao.

Awalnya status darurat militer di Mindanao hanya 60 hari sesuai konstitusi. Namun parlemen memperpanjangnya hingga akhir tahun ini. 

Darurat militer adalah isu sensitif di Filipina, usai diktator Ferdinand Marcos menggunakannya sebagai alat untuk terus berkuasa. Duterte, yang memuji aksi Marcos, berulang kali mengatakan dirinya mempertimbangkan menerapkan darurat militer di seantero Filipina.

 


(WIL)

Myanmar Sepakat Terima 1.500 Rohingya Setiap Pekan

Myanmar Sepakat Terima 1.500 Rohingya Setiap Pekan

20 hours Ago

Myanmar menyanggupi akan menyediakan tempat penampungan sementara bagi Rohingya yang kembali.

BERITA LAINNYA