Logo 60 Tahun RI-Jepang Kreasi Siswa SMA dari Jawa Timur

Marcheilla Ariesta    •    Senin, 13 Nov 2017 19:03 WIB
indonesia-jepang
Logo 60 Tahun RI-Jepang Kreasi Siswa SMA dari Jawa Timur
Presiden Joko Widodo dan PM Jepang Shinzo Abe melihat logo 60 Tahun hubungan diplomatik RI-Jepang (Foto: Biro Pers Istana).

Jakarta: Peluncuran logo 60 tahun hubungan Indonesia-Jepang dilakukan oleh kedua pemimpin negara saat pertemuan di sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN di Manila, Filipina. Logo tersebut rupanya dibuat oleh siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) dari Jawa Timur.

Wakil Duta Besar Jepang untuk Indonesia Kozo Honsei menuturkan ada makna dibalik logo tersebut.

"Logo ini merepresentasikan Indonesia dan Jepang. Angka 6 merupakan gabungan bendera Indonesia dan angka 0 bendera Jepang. Bunga sakura dan wayang merupakan ikon dari kedua negara yang kental dengan adat dan nuansa tradisional serta memiliki keragaman budaya," ujar Honsei, di Kedutaan Besar Jepang di Jakarta, Senin, 13 November 2017.

Krisna Setya Wiratama, merupakan siswa kelas 2 SMA di wilayah Jawa Timur. Dari data Kedutaan Besar Jepang di Indonesia, karya Krisna berhasil menyingkirkan 469 karya yang masuk.

Pelaksanaan pendaftaran logo rupanya dimulai sejak 26 Juli 2017, serentak di Jepang dan Indonesia. Sementara penutupan dilakukan pada 30 September 2017.

Usai seleksi pertama di Jakarta dan Tokyo, pada 19 Oktober 2017, dilakukan seleksi tahap akhir di Jakarta dengan juri dari Indonesia dan Jepang. Kemudian ditetapkanlah karya Krisna sebagai logo dengan desain terbaik.

Hubungan RI-Jepang memasuki tahun ke-60 pada 2018 mendatang. Berbagai kegiatan sudah dipersiapkan kedua negara untuk memperingatinya.

Dalam pertemuannya dengan Jokowi, Abe menyampaikan keinginannya untuk memaksimalkan acara peringatan 60 tahun melalui pertukaran antarpejabat tinggi.

Dia juga menyambut baik upaya kedua negara untuk bekerja sama pada pengembangan pulau-pulau terpencil. Abe juga mengungkapkan keputusan pemerintah Jepang untuk membantu dua proyek, yaitu pembangunan Pelabuhan Patimban dan pembangunan pusat riset di Universitas Gadjah Mada.

(Baca: RI-Jepang Sepakati Pertukaran Nota Pembangunan Pelabuhan Patimban).

Melanjutkan pembahasan ini, Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Masafumi Ishii, dengan Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri Indonesia, Desra Percaya, menandatangani pertukaran nota mengenai bantuan pinjaman Yen kepada pemerintah Indonesia.


(FJR)