Tiga Kapal Induk Angkatan Laut AS Beroperasi di Semenanjung Korea

Arpan Rahman    •    Senin, 13 Nov 2017 17:34 WIB
korea selatan
Tiga Kapal Induk Angkatan Laut AS Beroperasi di Semenanjung Korea
Armada Angkatan Laut Amerika Serikat melakukan latihan dengan militer Korea Selatan (Foto: AFP).

Seoul: Tiga kapal induk Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) bergabung dengan pasukan Korea Selatan (Korsel), pada Sabtu 11 November. 

Armada itu memulai latihan angkatan laut bersama di perairan Semenanjung Korea dalam sebuah demonstrasi melawan Korea Utara (Korut). Saat bersamaan, Presiden AS Donald Trump mengakhiri tur ke lima negara Asia.

Armada penyerangan USS Ronald Reagan, USS Nimitz dan USS Theodore Roosevelt beroperasi bersama, menandai pertama kalinya tiga kapal induk Amerika berlatih gabungan sejak 2007, menurut Armada Pasifik AS, yang merilis sebuah video pelatihan, pada Minggu 12 November. Kapal-kapal induk tersebut akan melakukan beberapa kegiatan pelatihan, termasuk pertahanan udara, pengawasan laut, dan pertarungan pertahanan udara, sampai Selasa 14 November.

Latihan selama empat hari juga akan melibatkan 11 kapal Aegis AS lain dan tujuh kapal angkatan laut Korsel, termasuk dua kapal Aegis. Teknologi Aegis mengacu pada pelacakan dan panduan rudal.

Latihan bertujuan meningkatkan operasi gabungan dan kemampuan serangan udara. Juga menampilkan "kemauan yang kuat dan kesiapan militer yang bertekad mengalahkan provokasi oleh Korut dengan kekuatan dominan jika terjadi krisis," kata militer Seoul dalam sebuah pernyataan, seperti disitat Standard Republic, Senin 13 November 2017.

USS Ronald Reagan dikawal ke pelabuhan Busan, Korsel, setelah menyelesaikan latihan gabungan dengan militer Korsel.

USS Nimitz kemudian akan bertolak ke Washington selsai melakukan pelayaran ke Teluk Persia, yang mencakup misi menyerang ISIS lewat udara. USS Theodore Roosevelt akan menuju ke Teluk Persia. USS Reagan, yang berbasis di Jepang, akan terus beroperasi di perairan tersebut.

Pelatihan dilakukan saat Trump mengakhiri tur lima negara Asia-nya, bertemu Presiden Filipina Rodrigo Duterte, pada Senin, dan menghadiri peringatan 50 tahun Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara. 

Perjalanan panjang Trump terfokus pada perdagangan serta ancaman rudal Korut, dan krisis nuklir. Trump bertemu dengan pejabat Jepang dan Korsel, awal pekan lalu.

Dia langsung berbicara soal Korut dalam sebuah pidato di parlemen Korsel, pada Rabu, mengatakan kepada Kim Jong Un: "Jangan meremehkan kami. Dan jangan coba-coba sama kita."

Trump melanjutkan bicara kerasnya melawan Pyongyang, pada Jumat, dalam sebuah pidato kepada para pemimpin bisnis di KTT Kerjasama Ekonomi Asia Pasifik di Da Nang, Vietnam. Mengatakan bahwa masa depan kawasan ini "tidak boleh tersandera pada fantasi sinting diktator mengenai penaklukan dan nuklir yang kejam," mengacu pada pemimpin Korut.



(FJR)