Bangladesh Dilaporkan Usir 2.000 Pengungsi Rakhine

Marcheilla Ariesta    •    Selasa, 05 Sep 2017 16:53 WIB
konflik myanmarrohingyapengungsi rohingya
Bangladesh Dilaporkan Usir 2.000 Pengungsi Rakhine
Pengungsi dari wilayah Rakhine berupaya menyeberang ke Bangladesh (Foto: AFP).

Metrotvnews.com, Dhaka: Otoritas Bangladesh dilaporkan mengusir sedikitnya 2.000 pengungsi etnis Rohingya di pulau terpencil di perbatasan. Para pengungsi ini melarikan diri dari kekerasan yang dilakukan aparat keamanan Myanmar.
 
Dilansir dari laman AFP, Selasa 5 September 2017, salah satu pulau yang menjadi target operasi adalah St Martins. Pulau ini termasuk yang terluar, jaraknya sembilan kilometer dari pantai Bangladesh.
 
Kepala dewan lokal, Noor Ahmad menyebutkan otoritas meminta warga menyerahkan pengungsi Rohingya yang tinggal dengan mereka kepada petugas penjaga pantai. "Otoritas meminta kami membantu menemukan pengungsi Rohingya dengan cara apapun dan membawa mereka ke kemah penjaga pantai," ujar Ahmad.
 
Sementara itu, pejabat lokal lainnya, Farid Ahmed menyebutkan 2.011 etnis Rohingya, termasuk di antaranyna anak-anak ditahan di markas penjaga pantai sejak Minggu malam. Mereka dibawa kembali ke Myanmar menggunakan kapal di bawah pengawasan pasukan perbatasan.
 
"Anak-anak itu menangis. Kami tidak bisa berbuat apa-apa karena itu perintah pemerintah. Pengungsi mengadu tak tahu mereka harus kemana karena aparat Myanmar membakar rumah bahkan tak segan membunuh mereka," ucapnya.
 
Jumlah pengungsi Rohingya yang kabur ke Bangladesh melonjak tajam. Dalam kurun waktu 24 jam, lebih dari 35 ribu orang etnis Rohingya tiba di Bangladesh.
 
 
Diperkirakan sudah sebanyak 123 ribu pengungsi yang melarikan diri dari Myanmar sejak kekerasan kembali pecah pada 25 Agustus lalu.
 
Arakan Rohingya Salvation Army (ARSA) menyerang kantor polisi pada 25 Agustus lalu dan menewaskan 59 militan dan 12 petugas keamanan kala itu. Sejak saat itu, bentrokan masih terus terjadi hingga kini.
 
Pemerintah menganggap ARSA sebagai organisasi teroris dan harus diperangi.

 

 
(FJR)