Eksploitasi Pekerja Korea Utara Dimulai Sejak Masa Kanak-Kanak

Arpan Rahman    •    Kamis, 15 Jun 2017 16:51 WIB
korea utara
Eksploitasi Pekerja Korea Utara Dimulai Sejak Masa Kanak-Kanak
Anak-anak di Korea Utara. (Foto: EPA)

Metrotvnews.com, Pyongyang: Korea Utara (Korut) mengirimkan puluhan ribu pekerja paksa guna bekerja di luar negeri setiap tahunnya. Sistem semacam itu bekerja efektif karena banyak warga Korut menyerahkan anak-anak mereka sebagai tenaga kerja gratis untuk rezim.

Kantor berita Voice of America melaporkan pada Rabu 14 Juni 2017 bahwa Pyongyang sering mengklaim tidak ada masalah mengenai anak-anak di negaranya. Tapi kenyataan yang dialami berbeda dari klaim, terutama bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. 

Seorang pembelot remaja Korut yang melarikan diri ke Korea Selatan mengatakan kepada VOA bahwa dia dipaksa bekerja kasar saat masih di sekolah dasar.

Pembelot -- yang memakai nama samaran Kim Ji-yeon -- mengatakan bahwa sebagai siswa kelas tiga dan empat di sebuah sekolah dasar di Provinsi Pyongan Selatan, dia harus membawa batu kerikil ke lokasi konstruksi jalan atau membawa pasir ke lapangan olah raga. Pekerjaan semacam itu semestinya dilakukan orang dewasa.

"Pekerjaan kecil yang dapat dilakukan seorang anak, saya diminta untuk mengerjakannya tanpa syarat," kata Kim, seperti dilansir UPI, Rabu 14 Juni 2014. Ia menambahkan tantangan terbesar adalah membawa batu dan pasir pada musim dingin atau panas.

Korut terus menyalurkan tenaga kerja dewasa dengan upah rendah ke negara-negara seperti Rusia dan China, meski ada kecaman internasional. Kadang-kadang nasib mereka baru diketahui setelah terjadinya kecelakaan terkait pekerjaan kasar.

Human Rights Watch (HRW) mengeluarkan sebuah laporan pada Rabu mengenai kondisi kerja di tujuh lokasi stadion Piala Dunia di Rusia. Laporan memperlihatkan adanya eksploitasi pekerja, penundaan atau tidak ada pembayaran upah sama sekali, dan kondisi kerja yang berbahaya.

Menurut HRW, sebuah serikat pekerja global telah melaporkan 17 kematian pekerja di lokasi stadion Piala Dunia Rusia, Media Yonhap melaporkan pekerja Korut termasuk dalam deretan korban tewas.

menurut majalah Josimar di Norwegia, seorang pria Korut ditemukan tewas saat bekerja di sebuah stadion sepak bola di St. Petersburg awal tahun ini.

Rusia adalah salah satu tujuan utama bagi buruh paksa asal Korut, yang dikirim untuk bekerja di industri padat karya di negara tersebut demi mendapatkan mata uang asing bagi pundi-pundi rezim Kim Jong-un. Diperkirakan sekitar 40.000 warga Korut bekerja di negara tersebut.



(WIL)

Waspadai Infiltrasi Ideologi

Waspadai Infiltrasi Ideologi

3 hours Ago

Infiltrasi ideologi merupakan ancaman di balik cepatnya perkembangan teknologi. Namun pendekatan…

BERITA LAINNYA