Amnesty: Tiongkok Tutupi Data Lengkap Eksekusi Mati

Arpan Rahman    •    Selasa, 11 Apr 2017 15:07 WIB
eksekusi mati
Amnesty: Tiongkok Tutupi Data Lengkap Eksekusi Mati
Zhou Qiang,Presiden Mahkamah Agung Tiongkok, di Beijing, 12 Maret 2017 . (Foto: AFP/NICOLAS ASFOURI)

Metrotvnews.com, London: Tiongkok melakukan eksekusi dengan jumlah terbanyak dari negara lainnya pada 2016, menurut laporan grup Amnesty International.

Angkanya bahkan jauh lebih tinggi dari gabungan eksekusi mati seluruh negara di dunia.

Peneliti Amnesty International Tiongkok, William Nee, berkata bahwa angka eksekusi mati di Tiongkok masih menjadi rahasia negara. Ia memperkirakan ribuan warga Tiongkok telah dieksekusi atas berbagai kasus.

"Dalam banyak kasus (di Tiongkok), hukuman mati dipandang sebagai pilihan standar," kata Nee kepada SBS News, Selasa 11 April 2017.

Amnesty International menuliskan laporannya dengan mengevaluasi informasi dari orang-orang yang divonis hukuman mati beserta keluarga mereka atau perwakilannya. Data juga didapat dari organisasi non-pemerintah dan antarpemerintah, penelitian lapangan, sejumlah laporan berita, dan pengungkapan semi-resmi dari media pemerintah Tiongkok.

Sebagai contoh, pada akhir 2016, Profesor Chen Guanzhong, dari jurusan Ilmu Politik dan Hukum China University -- yang membantu reformasi hukum acara pidana Tiongkok -- dilaporkan mengatakan: "Dari apa yang saya pahami, dalam 10 tahun terakhir jumlah keseluruhan hukuman mati telah mencapai gambaran di atas 10.000 sampai ke jumlah empat digit."

Nee memuji Tiongkok karena memperkenalkan reformasi untuk menegakkan transparansi. Reformasi dapat dilihat dari Mahkamah Agung, yang meluncurkan situs daring pada 2013 bernama 'China Judgment Online'. Basis data ini mengkompilasi vonis hukuman mati dan dokumen pengadilan dari seluruh Negeri Tirai Bambu.



"Ini disebut-sebut sebagai terobosan untuk transparansi, dan untuk bersikap adil di situs daring, meningkatkan cara di mana kita mengetahui putusan-putusan pengadilan Tiongkok," katanya.

"Apa yang kami temukan (di situs), mungkin hanya sebagian kecil saja dari angka sebenarnya," bubuh Guanzhong.

Meski media lokal Tiongkok melaporkan sedikitnya 931 orang dieksekusi antara 2014 dan 2016, namun hanya 85 yang ada di data publik. 

Hakim ternama di Tiongkok, Zhou Qiang, meminta maaf pada 2015 karena keliru menjatuhkan keadilan, dan mengatakan kesalahan-kesalahan seperti itu harus diperbaiki.

Desember 2016, sebuah pengadilan di Tiongkok membersihkan nama seorang pria yang dieksekusi mati 21 tahun lalu atas pembunuhan. Namanya dibersihkan karena kurangnya bukti di pengadilan awal. 

Meski Tiongkok berusaha mereformasi sistem peradilannya, sejumlah pakar menilai hal itu belum sepenuhnya diimplementasikan.


(WIL)

Imbas Teror Bom Manchester, Chelsea Tunda Parade Juara
Serangan Teror di Kota Manchester

Imbas Teror Bom Manchester, Chelsea Tunda Parade Juara

9 hours Ago

Untuk menghormati mereka yang menjadi korban, manajemen Chelsea akhirnya memutuskan untuk menunda…

BERITA LAINNYA