Abe Tegaskan Trump Siap Lindungi Sekutu dari Ancaman Korut

Willy Haryono    •    Senin, 31 Jul 2017 14:51 WIB
korea utaranuklir korea utara
Abe Tegaskan Trump Siap Lindungi Sekutu dari Ancaman Korut
Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe. (Foto: EPA)

Metrotvnews.com, Tokyo: Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe menegaskan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akan "mengambil semua langkah yang diperlukan" untuk melindungi negara-negara sekutu dari ancaman militer Korea Utara. 

Pernyataan disampaikan Abe setelah dirinya berdiskusi dengan Trump mengenai berbagai ancaman dari Korut, termasuk uji coba kedua rudal antarbenua (ICBM) yang dilakukan Jumat pekan lalu. 

"Kami mendiskusikan aksi terbaru terhadap Korut. Saya mengapresiasi komitmen Presiden Trump dalam mengambil semua langkah yang diperlukan dalam melindungi sekutu," ungkap Abe kepada awak media, seperti dilaporkan kantor berita Kyodo, Senin 31 Juli 2017. 

"Saya benar-benar sepakat dengan Presiden Trump bahwa kita harus mengambil langkah-langkah selanjutnya," sambung dia.

Minggu 30 Juli, AS mengerahkan dua pesawat pengebom B-1B Lancer ke Semenanjung Korea sebagai respons langsung atas peluncuran kedua ICBM Korut. 

Jenderal Terrence J. O'Shaughnessy dari Pasukan Udara Pasifik mengatakan bahwa "Korut masih tetap menjadi ancaman paling nyata terhadap stabilitas kawasan."

"Diplomasi masih tetap diutamakan; namun kami memiliki tanggung jawab terhadap negara dan sekutu kami untuk menunjukkan komitmen tak tergoyahkan sembari merencanakan mengantisipasi skenario terburuk," ujar O'Shaughnessy.

"Jika perintah (penyerangan) diserukan, kami siap merespons dengan kekuatan cepat, kuat dan dalam jumlah besar di lokasi mana pun sesuai arahan," lanjut dia. 

Sementara itu Trump mengaku kecewa terhadap China yang dinilainya tidak berbuat apa-apa dalam menghentikan ambisi Korut. Padahal, Beijing dinilai memiliki peran penting sebagai sekutu utama Pyongyang. 

Menurut Trump, China seharusnya bisa dengan mudah mengatasi ancaman militer Korut. 

Surat kabar milik Partai Komunis China merespons pernyataan Trump. Menurut media tersebut, pernyataan Trump mengada-ada dan menilai orang nomor satu di AS itu tidak memahami isu sebenarnya dari program nuklir dan misil balistik Korut. 


(WIL)