Korut Uji Coba Nuklir, Tiongkok Keluarkan Nota Protes Diplomatik

Marcheilla Ariesta    •    Senin, 04 Sep 2017 17:56 WIB
rudal korut
Korut Uji Coba Nuklir, Tiongkok Keluarkan Nota Protes Diplomatik
Jubir Kemenlu Tiongkok Geng Shuang. (Foto: Press TV)

Metrotvnews.com, Beijing: Pemerintah Tiongkok mengeluarkan nota protes diplomatik kepada Korea Utara (Korut) atas uji coba nuklir yang dilakukan pada Minggu 3 September waktu setempat. Korut menyebut yang diuji coba saat itu adalah bom hidrogen.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Geng Shuang menyebutkan negaranya memberikan pernyataan tegas kepada Korut dan meminta pertanggungjawaban mereka.

"Tiongkok menyampaikan nota protes kepada Kedutaan Korea Utara di Beijing," ujar Geng dalam konferensi pers, seperti dilaporkan AFP, Senin 4 Agustus 2017.

"Tiongkok menentang Korut dalam melakukan pengembangan nuklir dan kami berkomitmen untuk melakukan denuklirisasi di Semenanjung. Posisi ini sudah diketahui dan Korut juga mengetahui posisi Tiongkok," imbuhnya.

Geng meminta semua pihak, termasuk Pyongyang, untuk menahan diri dan tidak meningkatkan ketegangan di kawasan. Geng bahkan mengatakan negaranya mendukung sanksi ekonomi keras terhadap Korut jika aksi provokatif tidak segera dihentikan.

Baca: Korut Klaim Sukses Ledakkan Bom Hidrogen

Akhir pekan kemarin, Korut melakukan uji coba nuklir yang kemudian disebutkan sebagai bom hidrogen. Bom itu diklaim Korut dapat dipasang sebagai hulu ledak di misil balistik. 

Ledakan dari uji coba bom hidrogen disebut-sebit lima kali lebih besar dari tes setahun lalu. Pasalnya getaran bisa dirasakan hingga ke kota-kota di perbatasan utara Tiongkok yang jaraknya ratusan kilometer.

Akibat uji coba tersebut, aktivitas seismik tidak wajar terdeteksi di Korea Utara. 

Menurut data Badan Survei Geologi Amerika Serikat atau USGS, Minggu 3 September 2017, gempa berkekuatan 6,3 Skala Richter di wilayah timur laut Korut kemungkinan berasa dari "sebuah ledakan."

Laporan awal USGS menyebut kekuatan gempa di angka 5,6 SR dengan kedalaman 10 kilometer. Namun data itu direvisi menjadi 6,5 SR di kedalaman 0 km.

 


(WIL)