Pakistan Usir Guru Turki di Sekolah Jejaring Fethullah Gulen

Arpan Rahman    •    Kamis, 17 Nov 2016 12:27 WIB
politik turki
Pakistan Usir Guru Turki di Sekolah Jejaring Fethullah Gulen
Guru di Sekolah PakTurk dideportasi atas tuduhan terkait dengan Fethullah Gullen (Foto: AFP).

Metrotvnews.com, Islamabad: Pakistan telah memerintahkan lebih dari 100 guru Turki yang mengajar di jejaring sekolah internasional untuk meninggalkan negara itu. Mereka beserta keluarga harus pergi pada akhir pekan ini.
 
Para guru bekerja di 28 sekolah PakTurk, yang disebut Turki terkait dengan ulama Turki Fethullah Gulen yang menetap di Amerika Serikat (AS). Pihak sekolah menyangkal tuduhan itu.
Turki mengklaim Gulen berada di balik kudeta yang gagal, Juli silam. Klaim tersebut dia tolak. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, yang mengunjungi Pakistan, menyambut baik langkah ini.
 
Dalam sebuah pernyataan, Sekolah Internasional dan Kolese PakTurk mengatakan, guru-guru dan keluarga mereka, yang berjumlah sekitar 450 orang, telah diminta meninggalkan negara itu karena "permintaan mereka untuk perpanjangan visa tidak mendapat persetujuan."


Presiden Recep Tayyip Erdogan dalam kunjungan di Pakistan (Foto: AFP).
 
 
Kementerian Dalam Negeri Pakistan sejauh ini tidak berkomentar. Pengusiran tersebut tidak diharapkan menghentikan fungsi sekolah yang sebagian besar anggota stafnya warga Pakistan.
 
Sebuah petisi dibuat manajemen sekolah menantang keputusan itu dihiraukan oleh Pengadilan Tinggi Islamabad, Kamis 17 November, menurut laporan media Pakistan. Erdogan menggambarkan keputusan Pakistan ini "sangat menyenangkan".
 
"Mereka bergerak cepat ke arah mengakhiri kehadiran (gerakan Gulen) di Pakistan dan demi menggagalkan upaya mereka berbuat kerusuhan," kata Erdogan di bandara Ankara ketika ia berangkat ke Pakistan, seperti dikutip BBC, Kamis (17/11/2016).
 
"Seperti Anda ketahui, Pakistan telah meminta orang-orang yang terkait dengan organisasi (Gulen) untuk meninggalkan negara itu pada 20 November. Ini sangat menyenangkan bagi kita," tambahnya.
 
Menurut harian Dawn Pakistan, Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengangkat isu soal sekolah-sekolah tersebut saat berkunjung ke Pakistan, pada Agustus, dan telah diberitahu bahwa masalah ini akan diselidiki.
 
Gerakan Gulen, yang sudah dinyatakan pemerintah Turki sebagai organisasi teroris, membuka sejumlah sekolah di seluruh dunia.
 
Sejak kudeta yang gagal, Juli lalu, Turki telah menindak setiap individu atau kelompok yang diyakini memiliki hubungan dengan Fethullah Gulen. (Baca: Erdogan Yakin Gulen Dalang Dibalik Serangan di Turki).
 
Puluhan ribu orang dari setiap lapisan masyarakat telah dipecat dari pekerjaan mereka, termasuk perwira militer senior, pejabat pemerintah dan guru sekolah.
 

 


(FJR)