Dubes Baru Kanada Serahkan Surat Kepercayaan ke Jokowi

   •    Selasa, 04 Oct 2016 12:00 WIB
indonesia-kanada
Dubes Baru Kanada Serahkan Surat Kepercayaan ke Jokowi
Dubes baru Kanada untuk Indonesia, Peter MacArthur, menyerahkan surat kepercayaan ke Presiden Joko Widodo pada 4 Oktober 2016. (Foto: Foreign Ministry of Canada)

Metrotvnews.com, Jakarta: Y.M. Peter MacArthur menyerahkan surat-surat kepercayaan kepada Y.M. Presiden Joko Widodo di Istana Negara Jakarta, Selasa (4/10/2016), sebagai Duta Besar Kanada yang baru untuk Indonesia. 

"Indonesia adalah salah satu mitra terpenting Kanada di kawasan Asia Pasifik," kata Dubes MacArthur. "Kanada dan Indonesia adalah dua negara besar yang memiliki identitas kelautan yang kuat dan merupakan dua negara dengan garis pantai yang terpanjang di dunia. Kedua negara menghargai pluralisme dan demokrasi, serta komitmen pada pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan melalui inovasi dan pendidikan," sambung dia, dalam rilis yang diterima Metrotvnews.com.

Dubes MacArthur mengaku ingin mengeksplorasi lebih jauh peluang kerja sama bilateral dengan Indonesia di bidang perdagangan, investasi, infrastruktur, dan perdamaian, termasuk dalam kapasitas penjaga perdamaian PBB. Ia mengatakan negaranya mendukung penegakan hukum di Indonesia, dalam semangat saling menguntungkan guna memajukan perlindungan terhadap para investor, pekerja dan wisatawan Kanada di Indonesia. 

"Kedua bangsa kita yang akan menikmati hasil dari hubungan yang lebih kuat," ungkap Dubes MacArthur. 

Kanada meresmikan hubungan diplomatik dengan Indonesia di tahun 1952. Kedutaan Besar Kanada di Jakarta pertama kali dibuka satu tahun setelahnya. Sejak itu, Kanada telah menjalin hubungan  positif dengan Indonesia sebagai mitra multilateral yang utama, seperti di Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN), Forum Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) dan G20. 

Hubungan dagang dua arah antara kedua negara meningkat rata-rata 20 persen tiap tahunnya dan mencapai 4,5 juta dolar Kanada (Rp34,65 trilyun) tahun lalu. Indonesia juga salah satu negara tujuan investasi utama Kanada di Asia, dengan investasi Kanada senilai 4,3 milyar dolar Kanada (Rp42,57 trilyun). 

Seiring dengan mempromosikan perdagangan bilateral, Kanada juga berkomitmen melindungi para investor dan warga Kanada di luar negeri. Kanada juga terlibat aktif dalam bantuan pembangunan di Indonesia untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, demokrasi, tata pemerintahan yang baik, dan hak asasi manusia. 

"Kami juga bermitra dalam menghadapi masalah-masalah global seperti terorisme. Kanada dan Indonesia juga menikmati hubungan antar warga di mana ribuan warga Indonesia dan Kanada saling berkunjung ke kedua negara baik untuk berwisata maupun untuk belajar," tutur Dubes MacArthur. 

Sebelum ditunjuk sebagai Dubes Kanada untuk Indonesia, Y.M. Peter MacArthur menjabat sebagai Direktur Jenderal urusan Asia Selatan, Tenggara dan Oseania di Departemen Luar Negeri, Perdagangan dan Pembangunan (2012-2016). Selama menjabat, ia mewakili Kanada di dalam pertemuan pejabat senior ekonomi di forum APEC dan dengan ASEAN.
 
MacArthur bergabung dengan Departemen Luar Negeri Kanada tahun 1982 dan sejak itu telah menjabat berbagai posisi di luar negeri. Antara lain sebagai Komisaris Perdagangan di Moskwa (1984-1987) dan New Delhi (1987-1988) dan sebagai konsul yang mengepalai kantor dagang Kanada di Mumbai (1988-1990). Ia pernah menjabat sebagai Komisaris Perdagangan di Hong Kong (1994-1997) dan Atase Perdagangan dan Komisaris Perdagangan Senior di Kedutaan Besar Kanada di Jepang (2004-2009). 

Di kantor pusat, MacArthur menjabat sebagai Deputi Direktur hubungan ekonomi dengan Rusia (1990-1992); Deputi Direktur perencanaan strategis dan kebijakan (1997-1999); Direktur operasi luar negeri Layanan Komisaris Perdagangan (1999-2003); dan Direktur untuk Cina dan Mongolia (2009-2012). Ia juga menjabat sebagai Direktur Jenderal Peluang Bisnis Global (2009-2012) yang mengawasi sektor industri dan juga kerja sama ilmu pengetahuan dan teknologi. MacArthur menikah dengan Karen MacArthur dan dikaruniai dua orang anak, Stephanie dan Benjamin.



(WIL)

BDF IX Berakhir, Demokrasi Masih Hadapi Banyak Tantangan

BDF IX Berakhir, Demokrasi Masih Hadapi Banyak Tantangan

23 hours Ago

Bali Democracy Forum (BDF) IX resmi ditutup. Sejak pertama kali diadakan pada 2008, tingkat keikutsertaan…

BERITA LAINNYA