Ekoturisme Bali Memberikan Inspirasi bagi Negara Pasifik

   •    Selasa, 28 Nov 2017 20:08 WIB
wisata
Ekoturisme Bali Memberikan Inspirasi bagi Negara Pasifik
Pelatihan ekoturisme Bali bagi negara-negara Pasifik (Foto: Kemenlu RI).

Bali: Sebagai tujuan wisata, Bali selalu meninggalkan kesan yang membekas. Penerapan wisata yang ramah lingkungan pun sudah dilakukan oleh para pelaku usaha di Pulau Dewata itu.
 
Hal ini yang ingin dipelajari oleh beberapa orang dari negara-negara pasifik. Mereka berasal dari negara-negara Pasifik, yaitu Papua Nugini, Samoa, Tonga, Solomon Islands, Kiribati, dan Palau.
 
18 peserta ini mengikuti pelatihan 'International Training Course on Ecotourism' yang diselenggarakan oleh Kementerian Luar Negeri bekerja sama dengan Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Nusa Dua, Bali yang dimulai sejak 20 November 2017.
 
Pelatihan yang dilaksanakan sejak 20-26 November 2017 ini dilaksanakan dengan metode teori yang meliputi materi tentang plan and develop ecotourism, managing ecotourism, ecotourism funding and marketing, dan site visits ke pusat-pusat destinasi wisata Bali berbasis community based tourism seperti Kedonganan, Ubud, Pemuteran dan Tanah Lot.
 
"Kami hargai pelaksanaan pelatihan ecotourism ini yang mengambil tempat di Bali dengan tema yang memfokuskan pada tiga aspek yaitu penerapan model ecotourism yang sesuai dengan kondisi di negara peserta, building network, berbagi pengalaman dan praktek terbaik antar negara peserta mengingat Bali adalah living laboratory of tourism," ujar Wakil Ketua bidang Akademik STP Nusa Dua Bali  Ni Made Eka Mahadewi, dalam keterangan tertulis Kementerian Luar Negeri RI yang diterima Metrotvnews.com, Selasa 28 November 2017.
 
Kegiatan ditutup oleh Direktur Kerja Sama Teknik, Kementerian Luar Negeri, Mohammad Syarif Alatas, pada 26 November 2017. Menurutnya melalui pelatihan ecotourism ini, para peserta Pasifik diharapkan dapat memperoleh pengetahuan tentang metode pengembangan pariwisata berbasis keseimbangan alam dan memperhatikan kesejahteraan penduduk lokal serta mampu menerapkan metode dimaksud di negaranya masing-masing. 
 
"Melalui pelatihan ini, diharapkan kerja sama di antara negara-negara Pasifik akan semakin erat dan para peserta dapat terus menjalin networking diantara sesama peserta pelatihan," imbuh Mohammad.
 
Pada sesi evaluasi, para peserta menyampaikan kekagumannya pada ecotourism di Bali dan mendapatkan banyak ide-ide baru ecotourism yang dapat diterapkan di negaranya masing-masing. Yang paling berkesan bagi mereka adalah kepatuhan penduduk lokal dalam menerapkan community based tourism di Bali.
 
Salah satu peserta asal Kepulauan Solomon Bernard Garo menyatakan apresiasinya kepada Pemerintah Indonesia atas pelatihan yang merupakan kesempatan bagi peserta untuk saling berbagi ilmu dan mendapatkan informasi tentang penerapan pariwisata yang mementingkan kesejahteraan penduduk lokal.
 
Selain itu Jacinta Tai, peserta asal Papua Nugini, juga menyampaikan apresiasi kepada Kemenlu RI dan instruktur STPND Bali atas kesempatan yang berharga dalam mengikuti pelatihan ecotourism ini. 
 
"Melalui pelatihan ini, saya akan membagi ilmu yang diperolehnya selama pelatihan dan akan mendorong pemerintah dan pemangku kepentingan di negaranya untuk mencontoh Indonesia yang telah sukses menerapkan kebijakan ecotourism," pungkasnya.
 



(FJR)