Mantan Sekjen ASEAN Surin Pitsuwan Wafat Akibat Serangan Jantung

Fajar Nugraha    •    Kamis, 30 Nov 2017 16:55 WIB
asean
Mantan Sekjen ASEAN Surin Pitsuwan Wafat Akibat Serangan Jantung
Mantan Sekjen ASEAN Surin Pitsuwan wafat Kamis 30 November 2017 di usia 68 tahun (Foto: ANTARA)

Bangkok: Mantan Sekretaris Jenderal Association of South East Asian Nations (ASEAN) Surin Pitsuwan, wafat hari ini di Thailand. Pria berusia 68 tahun diduga terkena serangan jantung.
 
Selain sebagai Sekjen ASEAN, pria Thailand itu dikenal sebelumnya sebagai Menteri Luar Negeri Thailand. Dia merupakan politikus Muslim Thailand yang mencuat karier politiknya.
 
"Surin pingsan saat mempersiapkan pidato di Pertemuan Halal Thailand 2017 di Bitec, Bang Na," sebut The Bangkok Post, Kamis 30 November 2017.
 
"Kemudian dia dibawa ke Rumah Sakit Ramkhamhaeng dan kemudian dinyatakan wafat," jelas laporan tersebut.
 
Lahir di Nakhon Si Thammarat, Thailand selatan Surin memililiki nama lengkap Surin Abdul Halim bin Ismail Pitsuwan. Lahir 28 Oktober 1949, Surin dikenal memiliki pemikiran cemerlang sejak kecil.
 
Menempuh pendidikan dasar dan menengah di Thailand, Surin kemudian melanjutkan pendidikannya ke Amerika Serikat (AS) melalui beasiswa American Field Service (AFS). Setelah menempuh pendidikan di Minnesotta, Surin kembali ke Negeri Gajah Putih dan melanjutkan pendidikan di Thammasat University.
 
Kemudian pada 1974 hingga 1978, Surin melanjutkan pendidikan ke Harvard University melalui program The Rockefeller Fellowship. Dia kemudian melanjutkan penelitian di American University di Kairo sebelum akhirnya kembali Harvard dan meraih gelar Ph.D pada 1982.
 
Karier politiknya dimulai ketika menjadi anggota parlemen mewakili wilayah Nakhon Si Thammarat pada 1986. Kecemerlangan Surin ditandai dengan kariernya yang terus menanjak, mulai menjadi asisten Menteri Dalam Negeri pada 1988 dan menjadi Wakil Menlu Thailand pada 1992 hingga 1995.
 
Pada 1997-2002, Surin menjabat sebagai Menteri Luar Negeri Thailand. Penunjukkannya ini menjadi prestasi besar bagi warga-warga di Thailand selatan yang mayoritasnya Muslim.
 
Di lingkungan ASEAN, nama Surin sudah tidak asing lagi. Dirinya bahkan menjadi salah satu kandidat Sekjen PBB sepanjang 2004-2006, namun pemerintahan Thailand yang saat itu dikuasai oleh Thaksin Shinawatra tidak memberikan dukungannya karena berasal dari Partai Demokrat yang menjadi lawan politik Thaksin.
 
Pada 18 Juni 2007, kabinet Thailand mendukung rekomendasi dari Kemenlu Thailand yang menominasikan namanya sebagai Sekjen ASEAN. Akhirnya pada Juli 2007, Surin menggantikan Ong Keng Yong sebagai Sekjen.
 
Selama menjabat lima tahun sebagai Sekjen ASEAN, organisasi ini meningkat cemerlang sebagai pemain global di komunitas internasional. Dirinya yang mendekati negara Barat untuk tetap berhubungan dengan ASEAN ketika Myanmar masuk sebagai anggota.

Dikenal sebagai pribadi yang hangat, Surin juga sangat komunikatif selama menjabat sebagai Sekjen ASEAN. Tugasnya pun selesai pada 2012 dan digantikan oleh Le Luong Minh.

(FJR)