Gencatan Senjata Sepihak ARSA Berakhir Malam Ini

Sonya Michaella    •    Senin, 09 Oct 2017 08:28 WIB
konflik myanmarrohingyapengungsi rohingya
Gencatan Senjata Sepihak ARSA Berakhir Malam Ini
Rohingya yang terkena dampak bentrokan antara ARSA dan militer Myanmar. (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Sittwe: Kelompok Arakan Rohingya Salvation Army (ARSA) mengatakan, gencatan senjata sepihak akan berakhir pada tengah malam, hari ini.

"Gencatan senjata dilakukan untuk memungkinkan para pegiat kemanusiaan merespons krisis kemanusiaan di Arakan (Rakhine)," sebut ARSA dalam pernyataannya, dikutip dari AFP, Senin 9 Oktober 2017.

"Jika pada tahap apapun, Pemerintah Myanmar mengajak berdamai, maka ARSA akan menyambut baik ajakan itu," lanjut pernyataan tersebut.

Namun, juru bicara Pemerintah Myanmar tampaknya tak menanggapi komentar ARSA tersebut. Bahkan, Myanmar mengatakan bahwa negara tidak akan bernegosiasi dengan teroris.

Dalam pernyataannya, ARSA juga menyebutkan bahwa mereka telah membantu memberikan "jalan aman" kepada para pengungsi untuk melarikan diri ke Bangladesh.

Selama masa gencatan senjata, Pemerintah Myanmar menuduh ARSA melakukan pembakaran rumah-rumah penduduk. Akibat kekerasan yang terjadi di Rakhine sejak dua bulan terakhir, lebih dari 400 ribu penduduk Rakhine -- sebagian besar etnis Rohingya -- melarikan diri ke Bangladesh untuk mencari perlindungan.

Pengungsi yang datang ke Bangladesh dianggap Perserikatan Bangsa-Bangsa sebagai korban 'pembersihan etnis' yang dilakukan militer Myanmar. Namun hal tersebut dibantah oleh militer.

Saling tuduh antara militer Myanmar dengan ARSA membuat Rakhine semakin rawan ditinggali. Meski demikian, di balik gencatan senjata tersebut, akses bantuan kemanusiaan untuk pengungsi telah dibuka pemerintah Myanmar.

 


(WIL)