KBRI Kuala Lumpur Cek Keberadaan TKI yang Hilang 11 Tahun

Sonya Michaella    •    Selasa, 06 Feb 2018 10:15 WIB
tkiindonesia-malaysiatki bermasalah
KBRI Kuala Lumpur Cek Keberadaan TKI yang Hilang 11 Tahun
Orang tua menunjukkan ijazah milik Sumiyati. Foto: Medcom.id/Ahmad Rofahan

Jakarta: KBRI Kuala Lumpur harus melakukan cek data ulang terhadap TKI asal Indramayu yang hilang kontak dengan keluarganya selama 11 tahun setelah pamit kerja di Malaysia.

“KBRI masih melakukan cross check data untuk memastikannya. Karena sudah 11 tahun jadi kami perlu cek ulang,” kata Wakil Duta Besar RI untuk Malaysia, Andreano Erwin kepada Medcom.id, Selasa 6 Februari 2018.

Sumiyati Binti Raswan Iyas, 29, seorang pekerja rumah tangga (PRT) asal Desa Wanguk, Blok Balong Adem, Kecamatan Anjatan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, hilang kontak dengan keluarganya.

Keluarga korban melaporkan Sumiyati sudah hampir 11 tahun tak terdengar lagi kabarnya. 

Raswan, 66, ayah korban melaporkan hal ini ke Serikat Buruh Migran Indonesia ( SBMl) Indramayu.

Baca: TKI Asal Indramayu Hilang Kontak 11 Tahun

Ketua SBMI Indramayu Juwarih mengatakan Sumiyati yang berangkat sejak 16 Juni 2006 hanya sekali memberikan kabar, yakni pada 2007.

Saat itu, Sumiyati mengirimkan surat dengan alamat pengirim Batu Tiga Lama, Blok C5-3A, Dinasty Condo Klang, Klang Selangor, Darul Ensan, Malaysia.

Isi surat yang pernah dikirimkan Sumiyati menjelaskan kondisinya di Malaysia. Dalam surat itu, Sumiyati mengaku dalam keadaan sehat, namun belum pernah digaji oleh majikannya. Ia menyebutkan nama majikannya yaitu Madevi warga Malaysia keturunan Melayu.



(WIL)