Koalisi Pimpinan Saudi Gagalkan Serangan Houthi di Yaman

Eko Nordiansyah    •    Jumat, 12 Jan 2018 01:25 WIB
serangan milisi
Koalisi Pimpinan Saudi Gagalkan Serangan Houthi di Yaman
Ilustrasi. AFP/Abdo Hyder.

Riyadh: Koalisi pimpinan Arab Saudi yang bertempur di Yaman telah berhasil menggagalkan serangan terhadap sebuah kapal tanker minyak Saudi. Serangan dilakukan pejuang Houthi di dekat Pelabuhan Hodeidah.

Juru bicara koalisi Kolonel Turki al-Maliki mengatakan, koalisi tersebut menghancurkan sebuah kapal yang membawa bahan peledak saat menuju ke kapal tanker tersebut.

Yaman terletak di bibir selatan Laut Merah, salah satu rute perdagangan terpenting di dunia untuk kapal tanker minyak, yang melewati tepiannya saat mereka bergerak dari Timur Tengah melalui Terusan Suez ke Eropa.

"Tidak ada keraguan bahwa Pelabuhan Hodeidah sekarang telah menjadi titik awal operasi teroris untuk mengancam navigasi maritim di Laut Merah dan selat Bab al-Mandab," kata Maliki dilansir dari Reuters, Jumat, 12 Januari 2018.

Maliki mengatakan, Perserikatan Bangsa Bangsa harus mengambil inisiatif dan mengendalikan pelabuhan dari kelompok bersenjata tersebut. Pejabat PBB telah berusaha mengembalikan kedua belah pihak ke meja perundingan setelah perundingan terhenti pada 2016.

Yaman, salah satu negara termiskin di dunia Arab, terlibat dalam perang saudara dengan Houthi, yang bersekutu dengan Iran, dan sebuah koalisi militer yang didukung Amerika Serikat yang dipimpin oleh Arab Saudi.

Koalisi yang dipimpin Saudi telah mencoba sejak dimulainya perang pada Maret 2015 untuk menguasai Hodeidah, yang menerima 80 persen impor Yaman, dan dalam beberapa pekan terakhir ini meluncurkan kampanye darat dan mengintensifkan serangan udara.

Gerakan Houthi, yang menyerbu Yaman sejak 2014, menggulingkan pemerintahan Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi yang diakui secara internasional pada 2015, serta menguasai kendali atas ibu kota Sanaa dan sebagian besar wilayah Yaman utara, tempat 25 juta penduduk negara itu tinggal.


(DRI)

Myanmar Sepakat Terima 1.500 Rohingya Setiap Pekan

Myanmar Sepakat Terima 1.500 Rohingya Setiap Pekan

22 hours Ago

Myanmar menyanggupi akan menyediakan tempat penampungan sementara bagi Rohingya yang kembali.

BERITA LAINNYA