Bali Democracy Forum ke-10

Demokrasi Akui Perbedaan dan Keberagaman

Sonya Michaella    •    Kamis, 07 Dec 2017 20:43 WIB
bdf
Demokrasi Akui Perbedaan dan Keberagaman
Wamenlu A.M Fachir menutup pelaksanaan Bali Democracy Forum ke-10 (Foto: Sonya Michaella).

Tangerang: Demokrasi harus tumbuh dari dalam dan mengakui perbedaan serta keberagaman. Inilah kesimpulan dari Bali Democracy Forum ke-10 yang ditegaskan oleh Wakil Menteri Luar Negeri RI AM Fachir.
 
"Dari semua panel hari ini, kita mencoba menangkap pandangan yang disampaikan peserta. Yang paling banyak disebutkan adalah demokrasi itu harus tumbuh dari dalam," kata Wamenlu Fachir ketika ditemui di ICE BSD, Tangerang, Banten, Kamis 7 Desember 2017.
 
"Demokrasi, berarti semua terwakili dan mengakui adanya perbedaan serta keberagaman," tegas Wamenlu Fachir lagi.
 
Menurut Fachir, rakyat sebuah negara tidak bisa hanya menuntut demokrasi, namun harus ikut andil dan berpartisipasi dalam demokrasi itu sendiri.
 
Fachir juga optimis bahwa Bali Democracy Forum ke-11 akan diselenggarakan lagi tahun depan, tentunya dengan mengangkat tema yang menarik dan mewakili apa yang sedang terjadi. 
 
Senada dengan Wamenlu Fachir, Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi juga sempat mengatakan di sela-sela menunggu pertemuan bilateral bahwa demokrasi itu harus berasal dari keluarga.
 
"Saya kira keluarga merupakan tempat awal untuk mengenalkan nilai-nilai demokrasi menjadi sangat penting artinya," ujarnya.
 
Menurutnya, respons dunia internasional terhadap inisiatif untuk melanjutkan BDF sangat besar. Hal ini bisa dilihat dari tingkat partisipan 103 delegasi dari 96 negara plus tujuh organisasi internasional yang saat ini diubah polanya menjadi lebih interaktif.



(FJR)