Myanmar Buka Akses Kemanusiaan untuk Malaysia ke Rakhine

Sonya Michaella    •    Selasa, 14 Nov 2017 11:42 WIB
ktt aseankonflik myanmarrohingyapengungsi rohingya
Myanmar Buka Akses Kemanusiaan untuk Malaysia ke Rakhine
PM Malaysia Najib Razak (kiri), Pemimpin de facto Myanmar Aung San Suu Kyi dan PM Thailand Prayuth chan-ocha. (Foto: AFP)

Manila: Sikap keras Malaysia menanggapi krisis kemanusiaan di Rakhine State tampaknya membuahkan hasil. Bertemu di sela KTT ASEAN di Filipina, pemimpin de facto Myanmar Aung San Suu Kyi mengizinkan bantuan kemanusiaan dari Malaysia masuk ke Rakhine.

"Suu Kyi menerima saran Malaysia secara positif. Dia juga sepakat bekerja sama dan mengizinkan bantuan kemanusiaan masuk ke Rakhine," kata Perdana Menteri Malaysia Najib Razak, dikutip dari The Star, Selasa 14 November 2017.

Najib mengaku, ia telah memperingatkan Suu Kyi atas krisis kemanusiaan tersebut yang jika terus menerus dibiarkan, pengungsi Rohingya bisa berubah menjadi ekstremisme dan bisa direkrut oleh kelompok militan seperti ISIS.

Dia menambahkan, bantuan kemanusiaan harus segera diizinkan masuk untuk membantu para pengungsi.

"Suu Kyi juga mengatakan bahwa Myanmar sedang mengerjakan sebuah kesepakatan dengan Bangladesh untuk memulangkan kembali pengungsi Rohingya ke Rakhine," ucap Najib.

Najib juga sempat menyinggung bahwa ASEAN tidak bisa hanya berdiam diri menyaksikan krisis kemanusiaan di Rakhine tersebut.

"ASEAN tidak bisa hanya diam sementara seluruh dunia menyaksikan krisis kemanusiaan ini. Kita harus bertindak," ungkap Najib.

Tak hanya Malaysia, Indonesia juga berperan sangat besar untuk membantu para pengungsi Rohingya yang kini melarikan diri ke Bangaladesh.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres juga mengutarakan apresiasinya kepada Indonesia dalam membantu penyelesaian krisis kemanusiaan di Rakhine. Bersama Presiden RI Joko Widodo, Guterres mendorong agar segera diselesaikannya MoU antara Myanmar dan Bangladesh terkait pengembalian Rohingya ke Rakhine.



(FJR)